Evaluasi Raymond/Joaquin usai Rampungkan Tur Eropa, Singgung Adaptasi & Kontrol Emosi
Drajat Sugiri March 24, 2026 07:32 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mendapat bahan evaluasi seusai merampungkan tiga turnamen BWF World Tour yang berlangsung di Eropa.

Tiga turnamen Eropa yang diikuti Raymond/Joaquin adalah All England 2026 (Super 1000), Swiss Open 2026 (Super 300), dan Orleans Masters 2026 (Super 300).

Di All England 2026, Raymond/Joaquin berhasil membuat kejutan dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu melaju ke babak semifinal.

Sayang, Raymond/Joaquin gagal melaju ke final All England 2026 setelah kalah dari pasangan Korea Selatan ranking satu dunia, Kim Won-ho/Seo Sung-jae, dengan skor 19-21, 13-21.

Setelahnya, Raymond/Joaquin justru gagal konsisten.

Di Swiss Open 2026, Raymond/Joaquin langsung tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Taiwan, Chen Cheng-kuan/Chen Sheng-fa, dengan skor 17-21, 17-21.

Terbaru, Raymond/Joaquin terhenti di babak perempat final Orleans Masters 2026 setelah dikalahkan wakil Denmark, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer, dengan skor 18-21, 21-12, 14-21.

Baca juga: Gagal ke Semifinal Orleans Masters, Raymond/Nikolaus Akui Main Terburu-buru dan Kurang Adaptasi

INDONESIA MASTERS 2026 - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei dan Nur Izzudin pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin gagal menjuarai Indonesia Masters 2026 setelah kalah dengan skor 19-21 dan 13-21. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
INDONESIA MASTERS 2026 - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei dan Nur Izzudin pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Evaluasi didapat Raymond/Joaquin seusai merampungkan tiga turnamen BWF World Tour di Eropa, setelah ini mereka akan tampil di Kejuaraan Asia 2026. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dari tiga turnamen tersebut, Raymond/Joaquin mengaku mendapat pelajaran banyak.

Dari sisi Raymond, pebulu tangkis kelahiran 24 April 2004 itu menyinggung soal adaptasi. 

"Ketika ikut tiga turnamen begini, kami juga harus cepat beradaptasi dengan perubahan situasi lapangan. Kami belum bisa cepat menyesuaikan terutama di sini dengan kondisi shuttlecock yang benar-benar berbeda dengan saat All England dan Swiss Open," kata Raymond, dikutip dari laman resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Masih dikutip dari sumber yang sama, Joaquin mengatakan jika mereka harus bisa belajar soal mengontrol emosi.

"Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi," tambah Joaquin.

Baca juga: Antiklimaks Raymond/Joaquin di Orleans Masters 2026: Misi Balas Dendam yang Kandas

Setelah ini, Raymond/Joaquin akan tampil di Badminton Asia Championships 2026 atau Kejuaraan Asia yang diselenggarakan di Ningbo, China, pada 7-12 April mendatang.

Tahun ini menjadi edisi perdana Raymond/Joaquin tampil di Kejuaraan Asia.

Besar harapan, Raymond/Joaquin bisa menampilkan performa terbaiknya seperti saat berhasil menjuarai Australia Open 2025 atau mengulang kejutan All England 2026.

(Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.