Tribunlampung.co.id, Bali - Kecurigaan tetangga mengungkap kondisi lansia yang hidup sebatang kara di rumah semi permanen wilayah Denpasar Timur, Bali.
Pasalnya pria lanjut usia (lansia) itu ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi dikerumuni lalat dan belatung.
Jasadnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap, Minggu (22/3/2026).
Temuan itu langsung membuat geger warga di sekitar rumah pria lansia tersebut di Jalan Letda Tantular, Gang Merpati, Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur.
Lansia yang meninggal dalam kondisi mengenaskan itu bernama Suwondo (69) yang selama ini diketahui tinggal seorang diri di tempat kejadian perkara (TKP).
Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan tetangga sekitar yang mencium bau menyengat, yang awalnya dikira berasal dari bangkai binatang.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya," kata Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, kepada Tribun-Bali.com.
Penemuan jenazah bermula sekitar pukul 08.00 Wita saat Yosef tetangga korban hendak pergi berolahraga ke Lapangan Renon. Saat melintas di depan rumah korban.
Kemudian ia mencium bau bangkai yang sangat menyengat dan sempat mencari sumber bau dan menemukan bangkai tikus.
Merasa bau masih sangat tajam, Yosef kemudian masuk ke halaman rumah korban yang pintu pagarnya tidak terkunci dengan niat hendak mengambil cangkul untuk mengubur bangkai tikus tersebut.
Namun, sesampainya di dalam, kecurigaan memuncak saat melihat banyak binatang lalat keluar dari sela-sela kamar korban.
Yosef kemudian mengintip melalui celah kamar korban dan melihat korban sudah tertidur atau tergeletak di lantai dan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.
Sementara itu, Ni Nyoman Kerti, pemilik warung di dekat TKP menerangkan bahwa korban diketahui terakhir kali terlihat pada Selasa 17 Maret 2026 lalu, saat membeli kopi.
Saat itu, korban sempat mengeluh sedang sakit.
"Pada tanggal 17 Maret itu korban bilang sedang sakit dan saat badannya dipegang memang terasa panas. Korban sempat berencana membeli obat untuk menghilangkan sakitnya," tuturnya.
Bahkan, pada Kamis 19 Maret 2026, saat Nyepi, Kerti sempat mencoba membawakan kue ke rumah korban.
Namun, saat menggedor pintu kamar dan memanggil nama korban, tidak ada jawaban sama sekali, sehingga ia mengira korban sedang tidur atau pergi.
Tim Inafis Polresta Denpasar yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP. Kondisi jenazah korban dilaporkan sudah dalam keadaan membusuk total.
"Hasil olah TKP dari tim Inafis menunjukkan korban sudah dalam keadaan membusuk, serta dikerumuni lalat dan belatung," beber Kapolsek.
Posisi mayat ditemukan tengkurap, kepala di timur menghadap utara, tangan kanan di bawah dan tangan kiri di atas badan.
Korban mengenakan kemeja lengan panjang garis-garis warna biru abu-abu dan sarung kuning kotak-kotak.
Penanganan kasus ini sudah ditangani penuh oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur.
Jasad korban saat ini sudah dievakuasi ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof dr IGNG Ngoerah menggunakan Ambulans BPBD Kota Denpasar. (*)