Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Terungkap kronologi dua orang terduga pelaku maling motor yang gagal beraksi lalu dihajar warga dan pengendara yang melintas di Jalan Ngagel Rejo Kidul, Wonokromo, Surabaya, pada Minggu (22/3/2026) malam, hingga videonya viral di medsos.
Informasinya, kedua terduga pelaku itu, merupakan warga Kota Surabaya, berinisial FYP dan WH. Mereka kabarnya masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Surabaya.
Saksi IN menceritakan, korban aksi pencurian motor yang gagal itu, adalah salah satu tamu yang sedang bersilaturahmi lebaran di salah satu ruko warung makan.
Motor Honda Beat korban diparkiran di area teras depan ruko yang berbatasan langsung dengan aspal jalan utama.
Namun, tata letak motor tersebut terparkir tidak bisa dipantau langsung dari dalam area utama ruko. Karena, pintu depan ruko berbahan besi harmonika, sengaja ditutup sebagian.
Tak pelak, aksi pencurian motor tersebut malah berhasil dipergoki oleh warga lain yang kebetulan sedang berkunjung di apotek tepat sebelah ruko tersebut.
Baca juga: Komplotan Maling Motor Lintas Kabupaten-Kota Ditangkap Polsek Sawahan, Pernah Nyolong di Surabaya
"Kami panik, langsung keluar. Mbak itu, teriak: motor siapa ini. Ini lho dia mau maling. Ternyata ada 2 pelaku. Aku enggak tahu kalau ada 2," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com di lokasi, pada Senin (23/3/2026).
Saksi IN yang keluar dari ruko sempat dibuat kebingungan dengan sosok si terduga pelaku dan jumlah anggota komplotannya secara pasti.
Yang ia lihat, seorang pelaku yang berjaket merah sempat berkelit saat diinterogasi oleh warga sekitar yang sudah terlanjur merasa emosi.
"Si mas yang jaket merah, langsung jagang sepeda. Dia; enggak, enggak, aku enggak maling. Yaudah wes langsung dipukuli sama orang-orang. Ditahan yang pelaku baju merah," jelasnya.
Ternyata, bukan cuma, satu orang. Masih ada terduga pelaku lain yang sempat berusaha kabur bersembunyi di dalam permukiman warga.
Hanya saja upayanya itu, gagal total. Karena, si terduga pelaku malah berhasil disergap oleh beberapa warga yang sedang nongkrong di dalam gang.
Menurut Saksi IN, si terduga pelaku itu merupakan eksekutor karena sempat membuang tuas kunci T di dalam gang tersebut.
Namun, tuas kunci T tersebut berhasil ditemukan warga dan telah diserahkan kepada pihak Kepolisian.
"Pelaku putih, masuk gang sebelah, dia katanya buang kunci T. Ketemu di sana, dia lari, pas ada orang cangkruk. Ya wes udah, habis. Diseret ke sini dipukuli," paparnya.
Saksi IN menduga komplotan terduga maling motor tersebut terbilang apes. Karena, kondisi motor korban memang dalam keadaan rusak pada bagian kelistrikannya.
Sehingga, mesin motor tersebut cuma bisa menyala jika pedal pemantik mesin diinjak (kick starter) dalam kondisi standar ganda motor terbuka.
"Kunci lubangnya sudah rusak. Tadi pas diambil pemiliknya harus didorong. Kayaknya sih nyala. Cuma enggak berhasil kayak dorong, dia belum, karena akinya motor kebetulan rusak. Jadi harus dijagang tengah di-starter (kaki). Ya masih rejekinya yang punya motor. Jadi setiap orang lewat dipukuli," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diketahui Saksi IN, komplotan terduga pelaku itu diduga sempat beraksi di Jalan Kalibokor, Gubeng, Surabaya.
Namun, di sana aksi mereka gagal, cuma ada beberapa warga yang berhasil mengidentifikasi ciri-ciri mereka, lalu membuntuti hingga ke kawasan Kecamatan Wonokromo Surabaya.
"Katanya, dia habis kejadian di Kalibokor, mau ambil motor, tapi enggak dapat. Akhirnya, dia ada yang mengikuti. Iya ada yang intai. Iya (benar benar pelaku)," pungkasnya.
Kemudian, saksi lain berinisial RF (60) menceritakan, kedua terduga pelaku disergap warga dan dihajar beramai-ramai sampai pingsan.
Ia memperkirakan, keduanya sempat dihajar selama hampir sejam, sebelum mobil ambulan dan Polisi setempat tiba di lokasi.
"Langsung ditangkap. Kurang lebih 1 jam. Iya emosi warga. Bukan cuma warga. Orang lewat, ya mampir. Pelaku dibawa pakai ambulan. Orangnya engga sadar. Semuanya, keduanya engga sadar," ujar kakek lima cucu itu, pada TribunJatim.com di lokasi.
Di lain sisi, warga setempat berinisial KT mengatakan, aksi curanmor kerap terjadi di kawasan jalanan tersebut.
Hampir satu bulan sekali, selalu ada warga atau pengunjung warung di pinggir jalan menjadi korban pencurian motor.
"Ya sering juga. Sebulan ya ada aja kejadian. Makanya warga marah," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com di lokasi.