Grid.ID – Di balik kasus pembunuhan Dwinta Anggary (37), cucu Mpok Nori, tersimpan kisah hidup yang menyedihkan. Selama berumah tangga dengan pelaku berinisial FTJ, korban disebut mengalami tekanan batin yang berat.
Kakak korban, Dian, menceritakan awal pertemuan Dwinta dengan pria asal Irak tersebut saat adiknya bekerja sebagai TKI di Malaysia.
"Itu tahun 2007 adik saya ke Malaysia. Nah itu dia jadi TKI di sana. Nah terus dia berkenalan dah sama orang ini," kenang Dian di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).
Setelah hampir empat tahun bekerja, Dwinta pulang ke Indonesia. Namun, FTJ justru menyusul dan melamar Dwinta.
"Nggak tahunya laki ini ngikut, nyusul gitu. Nyusul terus ngelamar adik saya," lanjut Dian.
Keluarga akhirnya merestui pernikahan mereka pada 2019 karena melihat keduanya saling menyukai. Namun, rumah tangga mereka tidak berjalan bahagia.
Dian menyebut kemubgkinan sikap keras dan cara bicara FTJ yang tinggi membuat adiknya tertekan secara mental.
"Walaupun kalau emang dia kena KDRT, mungkin ada lebam-lebam, dia nggak pernah konfirmasi atau nggak pernah ngomong gitu. Tapi yang (kena) ini mah psikisnya dia," tutur Dian.
Tekanan batin tersebut diduga berdampak besar pada kondisi Dwinta. Sehingga ia harus mengalami keguguran hingga tiga kali.
"Almarhumah keguguran tiga... tiga kali keguguran. Yang pertama 3 bulan, 6 bulan, sama 8 bulan. Ya kalau enggak (stres), secara ini kan nggak mungkin anaknya keguguran sampai tiga kali," ucap Dian.
Diketahui, Dwinta ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Ia dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, berdampingan dengan makam Mpok Nori.
Kurang dari 24 jam setelah tragedi berdarah tersebut, pelaku berhasil ditangkap polisi di rest area Tol Tangerang–Merak saat hendak kabur ke Sumatera.