TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Masyarakat bisa menikmati air panas alami di Daya Tarik Wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal dengan lebih nyaman di Pemandian Tertutup.
Hal itu mengingat sementara waktu Pancuran 13 dan Pancuran 5 masih ditutup untuk umum atau belum beroperasi seperti biasa.
Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal Wahyudi menjelaskan, ada opsi lain bagi pengunjung yang ingin mandi ataupun berendam air panas di Guci yaitu memanfaatkan pemandian tertutup dan fasilitas di masing-masing penginapan.
Pemandian air panas tertutup gratis dan disediakan sebanyak kurang lebih 20 kamar pemandian.
Baca juga: Nostalgia Pilu Siti Khoriyah, Kaget Lihat Kondisi Pancuran 13 Guci Tegal saat Lebaran
"Bentuknya kamar-kamar tertutup dan terdapat satu kolam air panas. Pemandian tertutup gratis bagi pengunjung wisata Guci," tutur Wahyudi, pada Tribunjateng.com.
Adapun kondisi terkini di kawasan Guci, sesuai informasi yang disampaikan Wahyudi untuk di penginapan lebih dari 90 persen semuanya mulai tersedia atau tersalurkan air panas.
"Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir karena air panas alami sudah mulai tersedia di kawasan wisata Guci dan bisa dinikmati untuk berendam ataupun mandi," ujar Wahyudi.
Saat dikonfirmasi Tribunjateng.com melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (24/3/2026), Wahyudi menerangkan mengenai beberapa peraturan yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh pengunjung saat mandi ataupun berendam di pemandian tertutup wisata Guci.
Ada beberapa peraturan atau ketentuan yang harus diketahui masyarakat ketika ingin berendam air panas di pemandian tertutup.
Ketentuan yang dimaksud seperti dilarang mandi berdua lawan jenis walaupun sudah berstatus suami istri.
Kemudian mandi ataupun berendam maksimal 15 menit.
Selanjutnya, bagi pengunjung yang menderita lemah jantung, darah tinggi, darah rendah, dan lansia saat berendam ataupun mandi maksimal 15 menit.
"Harapannya pengunjung bisa mematuhi aturan tersebut karena demi keamanan dan kenyamanan bersama," ungkap Wahyudi. (dta)