Bodo Kupat Tanggal Berapa? Cek Kapan Hari Raya Ketupat 2026 dan Sejarahnya
Doan Pardede March 24, 2026 06:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak masyarakat bertanya, Bodo Kupat tanggal berapa 2026 dan kapan Hari Raya Ketupat 2026 dirayakan.

Tradisi yang juga dikenal sebagai Lebaran Ketupat ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Jawa yang digelar setelah Hari Raya Idulfitri.

Lebaran Ketupat atau Bodo Kupat biasanya dirayakan sepekan setelah Idulfitri, tepatnya pada 8 Syawal.

Pada tahun 2026, perayaan ini jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Baca juga: Kisah Warga Samarinda Sa’aliyah Jual Cangkang Ketupat Demi Mengais Rezeki di Hari Idul Fitri

Tradisi ini, seperti dilansir Kompas.com, menandai berakhirnya puasa sunnah Syawal sekaligus menjadi momen untuk mempererat silaturahmi. 

Masyarakat umumnya merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, mengunjungi kerabat, hingga menggelar berbagai kegiatan sosial.

Di sejumlah daerah seperti Yogyakarta dan Surakarta, perayaan Lebaran Ketupat bahkan berlangsung meriah dengan kirab budaya atau arak-arakan ketupat.

Ketupat yang telah matang kemudian dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar sebagai bentuk sedekah dan ungkapan rasa syukur.

Selain itu, kegiatan seperti pengajian dan doa bersama juga kerap menjadi bagian dari rangkaian perayaan.

Sejarah Lebaran Ketupat

Tradisi Lebaran Ketupat diyakini bermula pada masa Wali Songo, khususnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga atau Raden Said.

Pada masa Kesultanan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah, ketupat digunakan sebagai media dakwah untuk menyampaikan ajaran Islam.

Sunan Kalijaga memanfaatkan tradisi lokal seperti slametan, kemudian mengemasnya dengan nilai-nilai Islam seperti syukur, sedekah, dan silaturahmi.

Dari sinilah tradisi kupatan berkembang dan terus dilestarikan hingga kini.

Dalam budaya Jawa, ketupat memiliki makna simbolis sebagai penyucian diri setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Bentuknya yang terbungkus rapat melambangkan hati manusia yang kembali bersih dari dosa.

Baca juga: 2.500 Porsi Ketupat Ludes Diserbu Warga saat Penutupan Festival Kampung Ketupat 2025 di Samarinda

Makna Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga memiliki makna mendalam.

Secara kultural, tradisi ini melambangkan saling memaafkan antar sesama.

Istilah “kupat” sering dimaknai sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan.

Ketika seseorang menyajikan dan menyantap ketupat bersama, hal tersebut menjadi simbol terbukanya pintu maaf dan berakhirnya kesalahan di antara mereka.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa setelah menjalani puasa, umat Islam diharapkan kembali dalam keadaan bersih dan saling memaafkan agar kebersihan hati tersebut menjadi sempurna.

Lebaran Ketupat juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi, baik antar keluarga maupun masyarakat sekitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.