TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Hari keempat operasi SAR kecelakaan kapal long boat tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang, Selasa (24/3/2026).
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, mengungkapkan hingga saat ini satu korban atas nama Olleng (49) masih dalam proses pencarian, sementara satu korban lainnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Untuk hasil perkembangan operasi SAR di hari ketiga di Pulau Bunyu, pada pukul 15.55 WITA Basarnas bersama potensi SAR di lapangan berhasil menemukan korban atas nama Sudirman dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Nibung Indah Bunyu dengan radius kurang lebih 11 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Bunyu sebelum dibawa ke Tarakan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca juga: Hari Ketiga Pencarian, Korban Long Boat Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Nibung
“Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Bunyu dan pada pukul 18.30 WITA dibawa ke Tarakan untuk diserahkan ke keluarga korban,” jelasnya.
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA, saat long boat yang membawa tiga orang dihantam badai di Perairan Tanah Merah.
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Tarakan dari pihak keluarga korban pada pukul 16.30 WITA di hari yang sama, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR gabungan ke lokasi kejadian.
Dalam peristiwa tersebut, satu korban atas nama Mahmud (50), warga Sebengkok, berhasil selamat.
Sementara Sudirman (48), warga Jembatan Besi, ditemukan meninggal dunia dan Olleng (49), warga Sebengkok, hingga kini masih dalam pencarian.
Baca juga: Update Pencarian Long Boat Tenggelam di Tana Lia, Dua Korban Masih Dicari
Pada operasi hari keempat, tim SAR gabungan melaksanakan briefing pada pukul 06.00 WITA sebelum bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dengan memperluas area penyisiran.
Adapun area pencarian difokuskan pada sejumlah titik koordinat, di antaranya pada 2°58’50” Lintang Utara dan 117°32’9” Bujur Timur hingga 3°42’27” Lintang Utara dan 117°51’28” Bujur Timur, yang menjadi area prioritas pencarian korban.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kalimantan Utara, Pos AL Bunyu, KPLP Bunyu, UPP Bunyu, serta keluarga dan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat 03, satu set perlengkapan medis, serta dua unit alat komunikasi.
Syahril menegaskan, pelaksanaan operasi SAR dilakukan sesuai prosedur dengan durasi maksimal tujuh hari.
“Untuk standar operasi SAR kami laksanakan selama tujuh hari, apabila dalam tujuh hari tidak ada tanda-tanda korban ditemukan maka operasi akan dihentikan sementara. Namun jika di lapangan ditemukan tanda-tanda, maka operasi akan kembali dibuka untuk proses evakuasi,” tegasnya.
Ia juga memastikan tidak terdapat kendala berarti selama proses pencarian berlangsung.
“Kendala di lapangan sampai saat ini tidak ada, kami bersama potensi SAR dan masyarakat terus melakukan pencarian, dan kondisi cuaca dilaporkan baik,” tutupnya.
(*)
Penulis : Rismayanti