WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lebaran selalu membawa kita kembali pada hal-hal yang sederhana seperti keluarga, cerita, dan perjalanan yang terasa dekat di hati.
Setelah momen berkumpul, banyak masyarakat memilih melanjutkan hari libur dengan cara yang lebih santai, menjelajah kota sekitar, menyusuri daerah, atau sekadar menikmati perjalanan itu sendiri.
Dalam suasana tersebut, Kereta Api Lokal menjadi pilihan yang semakin terasa pas.
Perjalanan berjalan lebih pelan, memberi ruang untuk menikmati pemandangan, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lekat dengan keseharian dan budaya masyarakat di sepanjang jalur rel.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, hingga 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran mencapai 4.195.627 tiket atau 93,3 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, KA Lokal hadir sebagai pilihan perjalanan yang tetap ramah di kantong.
Tarif yang terjangkau katanya membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian dan menikmati liburan dengan cara yang lebih sederhana.
"Pengalaman tersebut terasa sejak awal perjalanan. Dari jendela kereta, penumpang dapat menyaksikan lanskap yang berubah perlahan, dari kota ke desa, dari hiruk pikuk menuju suasana yang lebih tenang," ungkap Anne pada Selasa (24/3/2026).
Baca juga: KAI: 250.000 Tiket KA hingga 1 April 2026 dan Diskon 30 Persen Masih Tersedia
Misalnya, jalur Bogor Paledang–Sukabumi menghadirkan udara pegunungan yang segar, Semarang Tawang–Solo menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental, sementara Medan–Siantar memperlihatkan lanskap hijau Sumatra yang asri.
Di sisi lain, Padang–Pariaman menawarkan perjalanan pesisir yang unik, dan lintas Cipatat–Sukabumi menghadirkan pengalaman klasik dengan nuansa perbukitan.
Kedekatan dengan budaya lokal membuat perjalanan terasa lebih hidup.
Aktivitas masyarakat, tradisi, hingga suasana khas daerah menjadi bagian dari pengalaman selama perjalanan.
Minat masyarakat terhadap KA Lokal pun tercermin dari sejumlah relasi favorit selama periode Lebaran, misalnya:
1. Bogor Paledang – Sukabumi: 17.453 pelanggan
2. Sukabumi – Bogor Paledang: 17.030 pelanggan
3. Solo Balapan – Semarang Tawang: 14.123 pelanggan
4. Semarang Tawang – Solo Balapan: 14.027 pelanggan
5. Padang – Pariaman: 11.833 pelanggan
6. Pariaman – Padang: 11.786 pelanggan
7. Siantar – Medan: 8.944 pelanggan
8. Medan – Siantar: 8.764 pelanggan
9. Cipatat – Sukabumi: 8.062 pelanggan
10. Sukabumi – Cipatat: 7.637 pelanggan
Antusiasme tersebut juga diungkapkannya didukung oleh tarif yang sangat terjangkau.
Misalnya, perjalanan Padang–Pariaman dapat dinikmati dengan Rp5.000, lintas Cipatat–Sukabumi mulai Rp2.000 hingga Rp5.000, serta Medan–Siantar sebesar Rp22.000 untuk perjalanan beberapa jam yang nyaman.
Untuk relasi Bogor–Sukabumi melalui KA Pangrango, tarif tersedia mulai Rp45.000 untuk kelas Ekonomi.
Secara keseluruhan, penjualan tiket KA Lokal telah mencapai 579.354 tiket atau 62,5 persen dari kapasitas yang tersedia, dan masih terus bergerak seiring masyarakat yang memanfaatkan sisa libur Lebaran.
Melihat tren tersebut, KA Lokal menjadi ruang perjalanan yang menawarkan lebih dari sekadar tujuan. Ada cerita di setiap jalur, ada kehangatan di setiap pemberhentian, dan ada pengalaman yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“KAI mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. KA Lokal dapat menjadi pilihan untuk menikmati liburan Lebaran dengan cara yang lebih santai, terjangkau, dan penuh cerita,” tutup Anne.