TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Darwin (29) pelaku rudapaksa seorang kurir perempuan inisial SR (22) ditangkap Tim Resmob Polresta Mamuju di Jembatan Bolong, Mamuju saat hendak melarikan diri ke arah Majene, Selasa (24/3/2026).
Pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban pada 18 Maret 2026 lalu, sekitar pukul 13.30 WITA di Desa Waipute, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku saat bulan puasa.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelaku Rudapaksa Kurir Diciduk di Jembatan Bolong Mamuju Pelaku Ditembak Hendak Kabur
Baca juga: Bocah Perempuan Asal Pinrang Dilecehkan Saat Liburan di Tempat Pemandian Polman Pelaku Nyaris Diamuk
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menyebutkan, sebelum diamankan di Jembatan Bolong Mamuju, pelaku sebelumnya pernah coba ditangkap di kediamannya di Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah.
Upaya penangkapan telah dilaksanakan personel Polres Mamuju Tengah pada Kamis (19/3/2026) lalu, atau sehari setelah kejadian.
Namun, saat itu Darwin berhasil lolos melalui pintu belakang rumah ketika petugas melakukan penggerebekan.
Pihak Resmob Mamuju Tengah kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polresta Mamuju untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Pencarian intensif membuahkan hasil saat petugas melakukan penyisiran (sweeping) di Posko Mudik Jembatan Bolong.
"Saat diadang di Jembatan Bolong, pelaku berada di dalam mobil hendak menuju Majene. Namun, saat hendak diamankan, pelaku kembali melakukan perlawanan dan berusaha kabur, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur," ungkap Ferdyan.
Kondisi pelaku pasca-penangkapan tampak luka tembak.
Kaki sebelah kiri pelaku terbalut perban putih yang cukup tebal dengan noda darah yang masih merembes di bagian depan tulang kering (tibia).
Pelaku terduduk lemas di lantai dengan ekspresi meringis menahan sakit yang luar biasa.
Pelaku mengenakan kaus hitam dan celana pendek putih.
Rambutnya tampak berantakan dengan wajah yang menunjukkan kelelahan setelah masa pelarian.
Saat ini, Darwin telah diamankan di Mapolresta Mamuju untuk diserahkan ke Polres Mamuju Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.
Modus yang digunakan pelaku tergolong cukup rapi.
Darwin memesan makanan melalui korban dan meminta agar pesanan tersebut diantarkan ke sebuah lokasi di area perkebunan sawit.
"Di lokasi yang sepi itulah, pelaku melancarkan aksinya. Ia mengancam korban menggunakan sebilah parang, kemudian melakukan pemerkosaan. Tak hanya itu, pelaku juga merampas ponsel milik korban sebelum melarikan diri," ujar Kombes Pol Ferdyan. (*)