Tribunlampung.co.id, Kebayoran Baru - Tampang RTFJ (49), warga negara asing (WNA) asal Irak yang menghabisi nyawa cucu seniman Betawi, Mpok Nori, akhirnya terungkap ke publik.
Jenazah cucu Mpok Nori, bernama Dewhinta Anggary (37), ditemukan di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Terungkap pula ternyata mantan suami sirinya tersebut telah 9 tahun menetap di Indonesia.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJakarta.com, Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah mengatakan, pelaku telah menetap di Indonesia selama sekitar sembilan tahun.
"Dia WNA, tapi sudah pindah ke Indonesia atau dia di Indonesia sudah sekitar 9 tahun menggunakan KITAS dan KITAP," kata Fechy, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Sempat Cekcok Sebelum Insiden Berdarah
Fechy menjelaskan, kepolisian telah menyurati Kedutaan Besar Irak dan bakal berkoordinasi dengan pihak imigrasi.
"Tentu, pasti kita koordinasikan dengan Imigrasi dan juga Kedutaan. Kedutaan sudah kami surati kemarin," ujar dia.
Beberapa hari sebelum kejadian, hubungan pelaku dan korban sudah tidak harmonis.
Mereka kerap terlibat pertengkaran yang dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.
"Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," kata Fechy.
Pada 20 Maret 2026, pelaku melihat korban sedang berjalan bersama pria lain saat menghadiri acara bazar Ramadan.
Ketika itu pelaku sempat menghampiri dan mempertanyakan hubungan tersebut.
Namun, pria yang bersama korban memilih untuk pergi.
Dari peristiwa tersebut, pelaku dan korban sempat terlibat pertengkaran di lokasi bazar sebelum akhirnya berpisah.
"Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi. Dia (pelaku) kemudian ribut lah dengan korban. Setelah dari situ, pergi, berpisah mereka di Bazar," ungkap Fechy.
Malam harinya, pelaku mendatangi kos korban.
Pelaku pun mendapati korban berada di dalam kamar bersama pria yang sebelumnya ditemui di bazar.
Pelaku dan korban kembali terlibat cekcok mulut. Korban pun mengusir pelaku dari rumah kontrakannya.
"Pelaku pun pulang ke kosnya. Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban," ujar Fechy.
Saat kembali ke kontrakan korban untuk kedua kalinya, pelaku sudah membekali diri dengan sebilah pisau yang dibawa dari indekosnya.
Setibanya di lokasi, pelaku masuk ke dalam kamar dan kembali terlibat pertengkaran hebat dengan korban.
Pelaku kemudian mulai melakukan kekerasan fisik termasuk mencekik leher korban.
Korban disebut sempat melakukan perlawanan.
Namun pelaku langsung mengambil pisau dan menganiaya korban hingga tewas.
"Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran, pelaku sempat mencekik korban. Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menganiaya korban," kata Fechy.