Bagnaia Sudah Tak Dianggap Pengamat Ada di Ducati, Marquez Jadi Penentu MotoGP 2026
Agung Kurniawan March 24, 2026 06:34 PM

TOSHIFUMI KITAMURA/AFP
Dua pembalap Ducati Lenovo , Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, melakukan selebrasi di podium MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9/2025).

BOLASPORT.COM - Pembalap Ducati, Marc Marquez, dinilai memiliki peran besar dalam menentukan arah persaingan MotoGP 2026 berdasarkan hasil seri berikutnya.

GP Brasil 2026 yang digelar di Autodromo de Goiania-Ayrton Senna akhir pekan kemarin menjadi alarm bagi Ducati yang mengandalkan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

Pada balapan kedua musim ini tersebut, pabrikan Borgo Panigale itu mendapatkan hasil yang kurang memuaskan meski Marquez masih cukup kompetitif berada di depan.

Si Alien menyumbangkan satu kemenangan dalam sesi sprint race dan harus puas finis di urutan keempat pada balapan utama.

Lajunya kalah cepat dari duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang secara berurutan finis di posisi pertama dan kedua.

Selain itu, Marquez juga diasapi oleh penunggang Ducati Desmosedici GP26 lainnya yaitu Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team yang merebut podium terakhir.

Sepak terjang peraih tujuh gelar juara dunia kelas utama itu sepanjang MotoGP Brasil 2026 lalu turut mengundang perhatian Carlo Pernat.

Pengamat MotoGP kondang asal Italia tersebut menilai bahwa ujian sebenarnya bagi Marquez akan tersaji pada akhir pekan ini.

Ya, MotoGP Americas 2026 yang digelar di Circuit of The Americas, Austin, Texas, Amerika Serikat menjadi penentu bagi rider berusia 33 tahun itu.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Marquez mengingat lintasan ini merupakan taman bermainnya sejak masuk dalam kalender MotoGP pada 2013 lalu.

Marquez sudah mencecap tujuh kemenangan di mana dia sempat menancapkan hegemoninya di podium tertinggi dalam rentang 2013 sampai 2018.

Jika dia kembali dikalahkan oleh Bezzecchi, Pernat yakin jalannya kompetisi MotoGP 2026 akan berbeda.

"Ujian sebenarnya akan terjadi Minggu depan di Austin, tempat dia hampir selalu menang," kata Pernat, dilansir dari laman Motosan.

"Jika dia tidak menang di sana dan Bezzecchi mengalahkannya, maka, teman-teman, kita harus mulai berpikir bahwa musim ini akan sangat berbeda," imbuhnya.

Melalui kesempatan yang sama, mantan manajer Valentino Rossi tersebut juga kembali memberikan sentilan kepada Francesco Bagnaia yang tak kunjung membaik.

Juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 itu harus mengakhiri lomba lebih dini dan pulang dengan tangan hampa.

Pernat sendiri tak bisa berkomentar banyak di mana dia merasa Bagnaia sudah kehilangan arah bahkan sejak kompetisi musim lalu.

Di mata Pernat, Ducati hanya mengandalkan satu pembalap saja yaitu Marquez dan kuda hitam dari tim VR46 Racing Team, Di Giannantonio.

"Dia (Bagnaia) telah kehilangan arah, kita kembali ke momen dirinya pada tahun lalu," ucap Pernat menjelaskan.

"Tim pabrikan Ducati hanya memiliki satu pembalap yaitu Marquez dan seorang pembalap underdog yang sangat kuat bernama Fabio Di Giannantonio."

"Kemarin, Digia bertarung dengan baik melawan Marquez meskipun Si Alien sedang tidak enak badan."

"Digia bertarung dengan baik, menyalipnya, menunjukkan bahwa dia tidak takut padanya, dan itu positif," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.