TUSUK WNA Belanda di Kerobokan, Polisi Buru 2 Pelaku & Periksa 3 Saksi, Ini Kronologi Selengkapnya!
Anak Agung Seri Kusniarti March 24, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Kembali aksi kriminal dengan korban WNA terjadi di Bali. Dan kali ini terjadi di Badung, Bali. Korbannya seorang WNA Belanda yang mengalami penusukan. 

Penyidik Polda Bali pun kini memburu 2 pelaku, dan menanyani 3 saksi mata. Polisi menggantungkan harapan besar pada keterangan tiga saksi kunci, yang melihat langsung aksi penusukan sadis terhadap warga negara Belanda berinisial RP (49) di Kerobokan, Kuta Utara. 

Salah satu dari saksi tersebut adalah kekasih korban, yang menyaksikan sendiri upaya terakhir korban melindunginya sebelum akhirnya tewas di tangan dua pria misterius.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa pengejaran terhadap pelaku kini dipersempit berdasarkan kesaksian orang-orang yang berada di lokasi kejadian. 

Baca juga: Detik-Detik Penusukan WNA Belanda di Kerobokan Usai Keluar dengan Pacar, 3 Saksi Diperiksa

Baca juga: Kronologi WNA Belanda Ditusuk hingga Tewas di Kerobokan, Pacar Saksikan Korban Diserang Tanpa Ampun

Tidak hanya mendengar teriakan, ketiga saksi ini berada di lokasi saat eksekusi terjadi di depan Villa Amira, Banjar Anyar Kelod, Senin malam, 23 Maret 2026.

"Sementara masih saksi yang di sekitar TKP yang kita periksa tadi malam, termasuk pacar korban. Ada sekitar tiga yang melihat langsung kejadian dan sesaat setelah kejadian," ungkap Kombes Pol Ariasandy saat dijumpai Tribun Bali di Nusa Dua, pada Selasa 24 Maret 2026.

Kesaksian ini menjadi krusial karena para pelaku berusaha menyamarkan identitas mereka, dengan pakaian tertutup. RP yang menyadari kehadiran dua pria mencurigakan di atas motor matic hitam tersebut, justru mengutamakan keselamatan kekasihnya. 

Ia menginstruksikan sang pacar untuk segera masuk dan mengunci pintu vila, membiarkan dirinya menghadapi para pelaku di area terbuka.

"Dari kronologis awal, korban lagi jalan-jalan dengan pacarnya, lalu kemudian didatangi dengan pelaku yang menggunakan sepeda motor. Lalu si pacar korban diarahkan oleh si korban untuk masuk ke vila, lalu mengunci vilanya gitu," imbuhnya.

"Peristiwa itu lalu kemudian pelaku menghampiri korban dan melakukan penusukan itu," jelas Kombes Pol Ariasandy.

Meski pelaku menggunakan helm dan masker, kehadiran tiga saksi mata yang melihat peristiwa dari jarak dekat memberikan petunjuk berharga mengenai ciri-ciri, gerak-gerik, dan arah pelarian pelaku. 

Saat ini, tim gabungan dari Polsek Kuta Utara, Polres Badung, hingga Resmob Polda Bali sedang menyisir rekaman CCTV di sepanjang jalur yang diduga menjadi rute pelarian motor matic hitam tersebut.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik penyerangan brutal tersebut, termasuk kemungkinan adanya hubungan antara korban dan pelaku yang belum terungkap ke publik.

"Pelaku belum diketahui ya, karena pada saat kejadian menggunakan pakaian tertutup, helm tertutup. Sementara kita masih lakukan lidik dan berupaya mengejar pelaku. Identifikasi dalam hal ini. Nanti kita akan sampaikan perkembangan lidik ya," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.