Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Tanjakan Gentong di Tasikmalaya menjadi tantangan bagi sejumlah pemudik yang melintas, karena harus ekstra agar kendaraan tak mengalami masalah.
Sejak H+1 arus balik, sejumlah kendaraan pemudik dilaporkan mogok dan mengalami kerusakan mesin akibat beban berlebih serta Medan yang saat arus balik lebaran.
Namun, ditengah situasi seperti ini menjadi "berkah" bagi sejumlah montir lokal yang sigap memperbaiki kendaraan yang rusak di bahu jalan.
Salah satunya mekanik mobil asal Wage Kabupaten Tasikmalaya Indra (42) menceritakan selama arus balik lebaran sudah kebanjiran panggilan untuk memperbaiki mobil yang mengalami kerusakan.
"Ini lagi bongkar mobil yang habis kopling, dan hari ini baru dua kendaraan dengan permasalahannya yang sama," ungkap pemilik bengkel mobil di kawasan Wage Tasikmalaya ketika ditemui TribunPriangan.com, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Tanjakan Gentong Jadi Kawasan Horor Bagi Pemudik, Banyak Kendaraan Panas Mesin
Indra menjelaskan, untuk tahun ini lebih ramai arus balik lebaran hingga kendaraan mengular sampai perbatasan Garut.
"Lebih banyak tahun ini liat mobil yang mengalami trobel dan khusus bengkel saya ada tiga montir membantu perbaikan mobil milik pemudik," tuturnya.
Ia mengungkapkan, rata-rata kerusakan didominasi karena kopling habis akibat selama perjalanan menanjak menggunakan gas setengah dibantu kopling.
Sehingga mesin cepat panas dan dorongan kedepan tidak kuat dengan kondisi volume kendaraan menumpuk di tanjakan.
"Rata-rata kopling kebanyakannya dan biasanya pemakaian setengah gas dan ditempel kopling sehingga habis. Harusnya pake rem tangan jangan tekan kopling terus," tuturnya.
Dibalik kesibukan arus balik, Indra mengaku menjadi berkah memperbaiki mobil pemudik yang mengalami kerusakan di jalur gentong Tasikmalaya.
"Ini berkah buat kami juga dan tahun ini bisa lebih banyak lagi. Karena, semalam saja banyak mobil yang rusak juga," kata Indra.
Untuk lama pengerjaan bisa membutuhkan waktu dua jam dan bisa lama tergantung jenis kerusakan pada mobilnya.
"Biasanya paling cepat dua jam pembongkaran. Tapi kalau tarikan depan belakang bisa sampai 5 hingga 6 jam proses perbaikannya," katanya.(*)