Detik-detik Bule Irak Bunuh Cucu Mpok Nori, Pelaku Sudah Siapkan Alat Membunuh
Noval Andriansyah March 24, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Kebayoran Baru - Detik-detik kasus pembunuhan terhadap cucu seniman Betawi, Mpok Nori, bernama Dewhinta Anggary (37), yang diduga dilakukan mantan suaminya, akhirnya terungkap.

Sang mantan suami yang diketahui merupakan warga negara asal (WNA) Irak, inisial RTFJ (49), disebut telah mempersiapkan satu alat yang dipakainya untuk menghabisi nyawa Anggary.

Adapun jasad Anggary ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakan tempat tinggalnya di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJakarta.com, beberapa hari sebelum kejadian, hubungan keduanya sudah tidak harmonis.

Mereka kerap terlibat pertengkaran yang dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.

Baca juga: Tampang WN Irak yang Bunuh Cucu Mpok Nori, Eks Suami Siri 9 Tahun di Indonesia

"Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, Selasa (24/3/2026).

Pada 20 Maret 2026, pelaku melihat korban sedang berjalan bersama pria lain saat menghadiri acara bazar Ramadan.

Ketika itu pelaku sempat menghampiri dan mempertanyakan hubungan tersebut.

Namun, pria yang bersama korban memilih untuk pergi.

Dari peristiwa tersebut, pelaku dan korban sempat terlibat pertengkaran di lokasi bazar sebelum akhirnya berpisah.

"Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi. Dia (pelaku) kemudian ributlah dengan korban. Setelah dari situ, pergi, berpisah mereka di Bazar," ungkap Fechy.

Malam harinya, pelaku mendatangi kos korban.

Pelaku pun mendapati korban berada di dalam kamar bersama pria yang sebelumnya ditemui di bazar.

Pelaku dan korban kembali terlibat cekcok mulut.

Korban pun mengusir pelaku dari rumah kontrakannya.

"Pelaku pun pulang ke kosnya."

"Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban," ujar Fechy.

Saat kembali ke kontrakan korban untuk kedua kalinya, pelaku sudah membekali diri dengan benda berbahaya yakni sebilah pisau yang dibawa dari indekosnya.

Setibanya di lokasi, pelaku masuk ke dalam kamar dan kembali terlibat pertengkaran hebat dengan korban.

Pelaku kemudian mulai melakukan kekerasan fisik termasuk mencekik leher korban.

Korban disebut sempat melakukan perlawanan.

Namun pelaku langsung mengambil pisau dan menganiaya korban hingga tewas.

"Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran, pelaku sempat mencekik korban."

"Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menganiaya korban," kata Fechy.

Adapun jasad Dewhinta ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakan tempat tinggalnya di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Ibu korban sempat mendatangi kontrakan anaknya, namun pintu dalam kondisi terkunci dari dalam.

Tak lama kemudian, kakak korban mencoba mengecek ke rumah kontrakan tersebut.

Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Korban tergeletak di lantai dan terdapat bercak darah yang sudah mengering.

Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara itu, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu pelaku.

Setalah keberadaannya teridentifikasi, pelaku berhasil ditangkap di sebuah bus di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Sabtu siang.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.