*KKDB Paguyuban Pertama Gelar Halalbihalal di Makassar: Ratusan Tokoh Barru Bersama Appi-Ina
TRIBUN-TIMUR.COM - Tokoh asal Kabupaten Barru dari berbagai daerah se-Indonesia bertemu di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa, 24 Maret 2026.
Mereka hadir di hotel yang berhadapan dengan Anjungan Pantai Losari itu sejak pagi, pukul 08.30 wita hingga malam.
Pagi hingga petang mereka mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) VIII Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB).
Malamnya, digelar halalbihalal.
Acara warga asal Barru itu sekaligus halalbihalal pertama pasca-Lebaran 1447H/2026M.
Tiga kepala daerah di acara pembukaan mubes: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, dan Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang.
Di antara yang hadir, tampak tokoh nasional asal Barru, HM Aksa Mahmud, yang turut berbincang akrab dengan para tokoh dan sesepuh Barru lainnya.
Percakapan mereka mengalir ringan, namun sesekali menyentuh isu-isu strategis mengenai peran diaspora Barru dalam pembangunan daerah dan kontribusinya di tingkat nasional.
Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan juga menjadi ruang konsolidasi kultural.
Untuk menguatkan kembali ikatan kekeluargaan.
Untuk menguatkan nilai-nilai kebarruan.
Serta untuk meneguhkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Barru.
Mubes VIII
Aksa Mahmud, sebagai Ketua Dewan PembinaKKDB, membuka mubes.
Dalam pidatonya, Wakil Ketua MPR RI 2004-2009 itu mengingatkan pentingnya kepemimpinan.
Baik di perusahaan maupun di pemerintahan.
Agar mencapai kepemimpinan maksimal, harus ditopang dengan pendidikan berkualitas.
Maka, demi mendapatkan pendidikan berkualitas itu, pendiri Bosowa itu menegaskan tak pandang waktu dan tempat.
“Kalau perlu belajar sampai ke negeri Iran.”
Iran, dalam pandangan Aksa Mahmud, bukan sekadar tujuan geografis, tetapi simbol dari kesungguhan dalam mencari ilmu.
Sebuah isyarat bahwa kemajuan hanya bisa diraih oleh mereka yang berani keluar dari batas kenyamanan dan bersedia belajar dari mana pun sumber kualitas itu berada.
“Iran sekarang lagi berjuang dan insya Allah menang,” tegas Aksa Mahmud.
Menurut Aksa Mahmud, secara the facto, Iran kini pemimpin Timur Tengah, bahkan pemimpin perlawanan Muslim se-dunia.
“Saya kira tak lama lagi Timur Tengah akan bersatu kepemimpinan Iran. Kita doakan Iran menang,” kata Aksa Mahmud.
Tentang pentingnya kepemimpinan, Aksa menceritakan 22 perusahaan besar di Sulawesi era awal kemerdekaan hingga awal Orde Baru.
“Dulu ada 22 pengusaha yang kuasai Sulsel. Dari berbagai daerah. Tapi yang berhasil lolos hanya satu, Hanya Hadji Kalla. Kenapa? Karena hanya dia yang mempersiapkan calon penggantinya. Yang 21 itu merasa hebat. De’nengka nadidik i anaknya. Yang 21 itu hanya alena. Haji Beddu Solo, hanya sendiri, tidak ada anaknya yang bantu,” kata Aksa Mahmud.
Oleh karena itu, dia mengingatkan pentingnya mendirikan sekolah internasional Barru.
Ketua KKDB
Ketua Panitia Mubes VIII KKDB Dr Ir Tahir Burhan MSc, melaporkan kegiatan Amaliah Ramadhan KKDB.
“Jumlah peserta yang hadir, dari pengurus KKDB seluruh Indonesia, dari DKI Jakarta, Papua, Kalimantan, dan seluruh Indonesia sebanyak 200 orang,” kata Tahir.
Ketua KKDB Barru, HM Yasin Azis SE, yang sambutan setelah ketua panitia, gamblang menyebut Tahir Burhan sebagai calon penggantinya menjadi Ketua Umum DPP KKDB.
Aksa Mahmud dalam sambutannya meminta Tahir Burhan lebih hebat daripada Yasin Azis dalam memimpin KKDB.
Tetap Tertib
Andi Ina menegaskan posisinya sebagai yunior Appi.
Meski sama-sama kepala daerah, dan sama-sama politisi Golkar, serta sama-sama calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Andi Ina menyatakan masih tertib dan patuh sebagai yunior Appi di Fakultas Hukum Unhas.
Apalagi Appi juga Ketua IKA FH Unhas.
“Saya terlambat datang ke sini, Om, karena tadi malam saya temani beliau Wali Kota Makassar. Hampir jam dua dinihari baru kami berpisah. Jam tiga baru ada WA-nya Pak Walikota,” ujar Andi Ina Kartika Sari menyapa Munafri Arifuddin. Dia menyapa Aksa Mahmud dengan “Om”.
Pengakuan Andi Ina mendapat senyum dari dosen keduanya, Prof Dr Said Karim.
“Saya itu sangat patuh pada seniorku. Kami sama-sama di Fakultas Hukum Unhas. Dan sekarang Pak Munafri Arifuddin Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas menggantikan Pak Ichsan Yasin Limpo. Jadi Pak Appi itu Bocku. Tabe, Bos Cu! Saya tetap tertib,” kata Andi Ina.
Barru Corner
Appi mengaku kehabisan kata saat berdiri di mimbar. Appi, sapaan Munafri Arifuddin disilakan ke mimbar setelah sambutan ketua panitia, sambutan ketua umum, dan sambutan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
“Yang kita hormati, kolega saya. Perempuan tangguh. Walaupun lebih duluan selesai (di Fakultas Hukum Unhas). Saya paling terakhir selesai karena saya ingin lebih banyak ilmu saya dapat,” jelas Appi.
“Yang saya hormati Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama suami. Suami beliau (Yulianto Badwi) adalah Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Makassar,” ujar Appi menambahkan.
Berikut, Wali Kota Makassar menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas daerah sebagai strategi memperkuat promosi pariwisata di Kota Makassar.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah menghadirkan "corner wisata", yakni ruang khusus, baik dalam bentuk fisik maupun digital, yang dirancang untuk menampilkan kekayaan destinasi, kuliner, serta budaya dari berbagai daerah.
Munafri secara khusus mengajak Pemerintah Kabupaten Barru untuk membangun kolaborasi konkret melalui penyelenggaraan event bersama maupun pembentukan corner promosi" wisata.
“Cari tempat paling baik, paling strategis di Makassar untuk kita bangun Barru Corner,” ujar Appi.
Konsep ini, menurutnya, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan aktivitas di Makassar dengan destinasi wisata di Barru.
"Kita bisa bikin event atau corner promosi wisata. Kegiatannya dilaksanakan di Makassar, sementara kunjungan wisatanya diarahkan ke Kabupaten Barru," saran Appi.
Menurut Munafri, keberadaan corner wisata tidak hanya menjadi etalase promosi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas.
Melalui konsep ini, setiap daerah dapat memperkenalkan identitas dan keunggulannya secara terpadu di Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, sehingga mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kunjungan ke daerah asal.
"Ini sudah pernah kita lakukan bersama Kabupaten Pangkep dalam pelaksanaan MTQ Korpri tingkat nasional. Pembukaannya di Makassar, tetapi rangkaian acaranya di Pangkep," tuturnya.
"Hasilnya, lebih dari 4.000 orang datang dan memberikan dampak ekonomi bagi kedua daerah," lanjut Munafri.
Wadah ini kata Appi, akan menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas kedaerahan dalam mendorong pembangunan berbasis kolaborasi.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan bahwa peran organisasi kedaerahan seperti KKDB sangat penting dalam memperkuat jejaring promosi daerah, khususnya dalam mengangkat potensi wisata dan budaya lokal agar lebih dikenal luas.
Ia berharap, melalui kolaborasi yang terbangun, Makassar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga menjadi hub promosi pariwisata yang mampu menggerakkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah sekitarnya.
TOKOH BARRU HADIRI MUBES-HALALBIHALAL
* Ketua Dewan Pembina KKDB, HM Aksa Mahmud
* Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin
* Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari
* Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang
* Ketua DPRD Barru, Syamsuddin Muhiddin.
* Direktur Umum PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin
* Ketua Umum DPP KKDB HM Yasin Azis
* Prof Dr dr Hasanuddin Tahir
* Prof Dr Said A Karim
* Prof Dr Nurdin Noni
* Prof Dr Syarifuddin Wahid
* Prof Dr Syaharuddin Kaseng
* Prof Dr A Rahman Getteng
* Prof Dr Mas’ud Muhammadiyah
* Dr Andi Yusran Paris
* Mantan Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani
* Anggota DPR RI 2014-2024, HM Aras
* Dokter Basir Palu
* GM Aryaduta, Erwin Arsyad
* Abdul Halim Muharram
* Ketua Panitia Mubes VIII KKDB Dr Ir Tahir Burhan MSc
* Sekjen DPP KKDB Prof Dr Mashur Razak SE MM
* Kesbangpol Kota Makassar, Dr Ir Faturrahim A Rahman
* Kepala BPBD Kota Makassar, M Fadli.(*)