BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sesosok jenazah pria lanjut usia ditemukan tergeletak di kawasan Pantai Kelapa Dua, Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah ( Bateng ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Selasa (24/3/2026) pagi.
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah terpeleset di area pantai.
Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya indikasi kekerasan pada jenazah.
"Tidak ada tanda kekerasan, ada luka dikepala dugaan terkena batu karang sebelum akhirnya tenggelam. Untuk dugaan sementara, korban tewas karena tenggelam usai terpeleset," ujar AKP Singgih Aditya Utama.
Ia menjelaskan, pihak keluarga korban telah dihubungi dan membenarkan identitas jenazah tersebut sebagai anggota keluarga mereka bernama Abdul Kadir Zailani.
"Keluarga korban sudah dihubungi dan membenarkan jenazah tersebut, merupakan anggota keluarganya yang hilang atas nama Kadir Zailani," tuturnya.
Dari keterangan pihak keluarga, AKP Singgih Aditya Utama mengungkapkan korban memiliki riwayat demensia sejak 2 tahun terakhir.
"Dari keterangan, Kadir pergi dari rumah sejak Jumat (20/3/2026) pagi. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sedangkan jenazah sudah diserah terima kepada pihak keluarga di Dusun Sampur, Desa Kebintik," bebernya.
Hal ini pun diungkapkan Kapolsek Pangkalan Baru Iptu Budi Santoso saat dikonfirmasi adanya penemuan jenazah sekitar pukul 05:30 wib pagi tadi.
"Korban karena sudah berumur 78 tahun sudah pikun, lalu yang bersangkutan sering meninggalkan rumah. Mulai dari dua hari hingga seminggu sering meninggalkan rumah, jadi keluarga tidak mencari karena sudah sering seperti itu," ujar Iptu Budi Santoso.
Diketahui dari hasil penelusuran korban bernama Abdul Kadir Zailani warga Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
"Iya benar, tahun kelahiran 1947 umur sudah 78 tahun," ucapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi lebih jauh, Iptu Budi Santoso mengatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.
"Berdasarkan hasil dari rumah sakit Bhayangkara, tidak ada tanda luka akibat kekerasan. Ada lecet di kepala tapi karena ada batu-batu di Pantai, tapi intinya tidak ada kekerasan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)