TRIBUNJAMBI.COM - BMKG Jambi mendeteksi 16 hotspot di wilayah Provinsi Jambi.
Berdasarkan data pemantauan satelit pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, terdapat 16 hotspot yang terdeteksi di beberapa wilayah di Provinsi Jambi dengan tingkat kepercayaan sedang.
Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo.
Baca juga: Pengguna Jalinsum dari Jambi Waspada, BMKG: Hujan Deras di Sejumlah Daerah Sumsel dan Riau
Di wilayah Merangin, titik panas terpantau di Renah Pemberap.
Di wilayah Muaro Jambi, titik panas terpantau di Kecamatan Kumpeh Ulu.
Berdasarkan keterangan yang dirilis BMKG, beberapa hotspot berada di area sumur minyak milik Pertamina.
Di wilayah, Sarolangun titik panas terpantau di Mandiangin.
Sementara itu, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, titik panas terdeteksi di Kecamatan Betara dan Bram Itam.
Pada wilayah ini, sebagian titik panas juga teridentifikasi berada di area aktivitas industri.
Selain itu, satu titik panas juga terpantau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di Kecamatan Mendahara Ulu yang berada di sekitar area sumur minyak PetroChina.
Di wilayah Tebo titik panas terpantau di Serai Serumpun dan Sumay.
BMKG menjelaskan bahwa seluruh titik panas yang terdeteksi pada pemantauan tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang, yaitu pada kisaran 30 hingga 79 persen.
Informasi titik panas ini diperoleh dari hasil pemantauan satelit seperti SNPP dan NOAA20 yang digunakan untuk mendeteksi potensi titik panas di permukaan bumi.
Data ini menjadi salah satu indikator awal dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.