Inspiratif! Ibu Tunggal Penyintas Kanker Sukses Usaha Biskuit Gluten-Free
GH News March 24, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Kisah inspiratif datang dari seorang ibu tunggal penyintas kanker yang bangkit lewat bisnis biskuit gluten-free. Kini produknya diminati dan bantu mengubah hidupnya.

Perjalanan hidup seorang ibu tunggal asal Malaysia ini menginspirasi banyak orang. Maizatul Akmar Rizah Mazlan (54), yang akrab disapa Izzah, berhasil bangkit dari masa sulit usai didiagnosis kanker serviks stadium dua pada 2018.

Penyakit tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya, terutama dalam hal pola makan dan gaya hidup. Saat menjalani pengobatan, Izzah mengaku kesulitan menemukan camilan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dari situlah muncul ide untuk membuat biskuit gluten-free, lapor Sinar Daily (20/3).

"Selama menjalani pengobatan, saya harus lebih berhati-hati dengan asupan makanan. Sulit menemukan camilan yang cocok, jadi saya mulai mencoba membuat kue dengan tepung bebas gluten," ujarnya.

Ibu Tunggal Penyintas Kanker Sukses Usaha Biskuit Gluten-FreeIbu Tunggal Penyintas Kanker Sukses Usaha Biskuit Gluten-Free Foto: Sinar Daily

Namun, prosesnya tidak mudah. Izzah harus melalui berbagai percobaan hingga menemukan resep yang tepat. Ia menekankan bahwa membuat biskuit gluten-free yang renyah dan enak membutuhkan ketelitian.

"Tidak mudah menghasilkan kue bebas gluten. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya menemukan formula yang pas, tetap renyah dan enak," jelasnya.

Kini, usahanya berkembang pesat. Biskuit buatannya hadir dalam berbagai varian seperti suji, kacang, kelapa, hingga triple cokelat. Ia juga memproduksi oat cereal dan murukku di bawah merek Izzah Recipe.

Produk tersebut semakin diminati, terutama oleh mereka yang menjalani pola makan sehat atau memiliki kebutuhan diet khusus.

Ibu Tunggal Penyintas Kanker Sukses Usaha Biskuit Gluten-FreeIbu Tunggal Penyintas Kanker Sukses Usaha Biskuit Gluten-Free Foto: Sinar Daily

"Awalnya ini hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi ternyata banyak yang suka. Sekarang permintaannya terus meningkat, termasuk dari orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu," katanya.

Izzah dinyatakan bebas kanker sejak 2021. Saat ini, ia memproduksi biskuitnya di sebuah workshop di kawasan Kampung Cenderawasih Timur.

Produk tersebut dijual sepanjang tahun dengan harga berkisar Rp 33.000-Rp 115.000, serta didistribusikan melalui sejumlah agen dan stokis.

Perjalanan Izzah sebagai pelaku usaha juga tidak lepas dari kisah perjuangannya sebagai ibu tunggal sejak akhir 1990-an.

Demi menghidupi dua anaknya, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan sekaligus, mulai dari pemungut sampah hingga mencuci piring.

"Saat anak-anak masih kecil, saya melakukan banyak pekerjaan dalam sehari. Saya juga membuat kue untuk menambah penghasilan," kenangnya.

Perlahan tapi pasti, usahanya berkembang. Ia mulai menerima pesanan kue dan memperluas jenis produk yang dijual hingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Kini, kerja kerasnya membuahkan hasil. Izzah bahkan menerima penghargaan sebagai Ikon Usahawan Asnaf 2023.

Baginya, pengalaman pahit di masa lalu justru menjadi motivasi untuk bangkit dan membantu orang lain melalui produk yang lebih sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.