Anggota DPR RI Rachmawati Perjuangkan Kuota Sekolah Garuda di Kaltara, Standar Nilai Turun Jadi 8
Junisah March 24, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Anggota DPR RI dari Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, terus mendorong agar peluang bagi putra dan putri daerah bisa lebih besar untuk masuk Sekolah Garuda Baru yang dicanangkan pemerintah pusat.

Salah satu yang menjadi fokus perjuangannya adalah keterpenuhan kuota lokal bagi pelajar asal Kalimantan Utara.

Saat ini, kuota untuk siswa lokal ditetapkan sebesar 30 persen dari total penerimaan, sementara 70 persen lainnya diperuntukkan bagi peserta didik dari luar daerah.

Namun, Rahmawati Zainal menyebutkan angka tersebut masih berpotensi bertambah, tergantung tingginya minat masyarakat Kaltara dalam proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026–2027.

Baca juga: Ini Respons Terbaru Rahmawati soal Pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara

“Kalau peminat dari Kaltara banyak, tentu kita dorong supaya kuota lokal bisa ditambah,” ujarnya.

Tak hanya soal kuota, Rahmawati juga memperjuangkan penyesuaian standar nilai bagi siswa dari daerah.

Ia menilai, perbedaan kualitas infrastruktur pendidikan antara wilayah seperti Jawa dan Sumatera dengan Kaltara perlu menjadi pertimbangan.

Jika di wilayah Jawa dan Sumatera standar nilai masuk Sekolah Garuda berada di angka rata-rata 90, maka untuk Kaltara diusulkan menjadi 85.

“Di Jawa dan Sumatera itu rata-rata nilai untuk bisa masuk sekitar 90. Kita perjuangkan agar anak-anak Kaltara cukup dengan rata-rata 85, dan alhamdulillah itu disetujui,” jelasnya.

Baca juga: Kejar Mimpi Masuk Sekolah Garuda, Siswa SMPN 1 Tanjung Selor Mulai Curi Start Belajar

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk afirmasi agar siswa dari daerah dengan keterbatasan fasilitas tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan unggulan.

Rahmawati juga mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk turut menyosialisasikan informasi terkait penerimaan Sekolah Garuda.

Pasalnya, ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan sekolah tersebut di Kaltara.

“Saya minta bantuan untuk menyebarkan informasi ini. Masih banyak yang belum tahu, padahal ini peluang besar bagi anak-anak kita,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah membagikan tautan pendaftaran melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, agar informasi dapat menjangkau lebih luas.

Terkait biaya pendidikan, Rahmawati memperkirakan Sekolah Garuda akan bersifat gratis.

RAHMAWATI ZAINAL- Anggota DPR RI Rahmawati Zainal saat diwawancara media di Tanjung Selor.
RAHMAWATI ZAINAL- Anggota DPR RI Rahmawati Zainal saat diwawancara media di Tanjung Selor. (TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu)

Meski demikian, ia mengaku masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah pusat mengenai mekanisme pembiayaan.

“Sepertinya gratis, tapi kita tunggu kepastian dari pusat. Yang jelas ini program luar biasa,” ujarnya.

Diketahui, Sekolah Garuda merupakan sekolah unggulan yang disiapkan pemerintah pusat untuk mencetak generasi berprestasi.

Saat ini jumlahnya masih terbatas, diperkirakan hanya sekitar 8 hingga 16 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Melalui program ini, para siswa nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus guna meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan lainnya.

Lulusan Sekolah Garuda juga diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau berkarier di berbagai bidang strategis, seperti akademi militer, kepolisian, hingga memperoleh beasiswa dari pemerintah pusat.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.