15.000 Kendaraan Melintas selama Puncak Arus Balik Lebaran Ponorogo, Lalin Kini Mulai Stabil
Alga W March 24, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Puncak arus balik Lebaran di Kabupaten Ponorogo terjadi pada Senin hingga Selasa (23-24/3/2026).

Dengan jumlah kendaraan keluar dan masuk wilayah ini mencapai sekitar 14.000 hingga 15.000 unit per hari.

Baca juga: 7.000 Penumpang Berangkat dari Terminal Seloaji Ponorogo saat Puncak Arus Balik, Kursi Kerap Habis

14.000 hingga 15.000 unit per hari itu masuk Ponorogo dari Kabupaten Madiun maupun Kota Madiun (Mlilir), Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan maupun Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Lonjakan volume kendaraan tersebut sempat memicu kepadatan di sejumlah titik, terutama di jalur utama Ponorogo–Madiun yang menjadi akses favorit pemudik.

Lonjakan ini diduga karena warga mulai kembali ke kota tujuan usai libur Lebaran, ditambah aktivitas pasar di Mlilir yang turut memicu kepadatan.

Terlihat petugas dari Polres Ponorogo juga mengatur arus lalu lintas agar kepadatan terurai dan kembali lancar.

Namun, memasuki hari ini, pantauan TribunJatim.com, kondisi lalu lintas mulai berangsur stabil dan tetap mengalir.

"Kemarin sama hari ini merupakan puncak arus mudik. Ada 14.000-15.000 kendaraan per hari keluar maupun masuk Ponorogo," ungkap Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, Selasa (24/3/2026).

Dia menjelaskan bahwa saat ini, mulai pukul 13.00 WIB, arus mulai landai.

Tidak ada kepadatan arus berarti.

AKP Dewo mengaku untuk mengantisipasi kepadatan, petugas telah menerapkan berbagai langkah, mulai dari rekayasa lalu lintas situasional, pengaturan lampu lalu lintas (flashing traffic light), hingga penempatan personel di titik-titik rawan.

"Kami melakukan rekayasa lalu lintas. Seperti hanya menyalakan flashing traffic light. Juga memasang water barier," tambah AKP Dewo saat dikonfirmasi.

Selain itu, jelas dia, patroli urai kepadatan, penertiban parkir liar, serta penyampaian informasi jalur alternatif juga dilakukan guna memastikan arus kendaraan tetap lancar selama periode arus balik.

"Rekayasa lalin situasional, flashing TL, penempatan personel di titik rawan, patroli urai, penertiban parkir liar, dan info jalur alternatif," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.