POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pergerakan arus balik penumpang di Bandara H AS Hanandjoeddin mulai menunjukkan tren penurunan pada H+2 Idulfitri 1447 Hijriah.
Executive General Manager Bandara H AS Hanandjoeddin, Hernindya Arie Setyawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data harian pada 23 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat sebanyak 2.023 orang. Angka ini turun 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.141 orang.
“Periode tanggal 23 Maret, pergerakan pesawat relatif sama, namun penumpang dan kargo mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Hernindya, Selasa (24/3/2026).
Untuk pergerakan pesawat, tercatat sebanyak 12 movement atau tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kargo tercatat hanya 1,7 ton, turun signifikan sebesar 54,7 persen dari 3,7 ton pada 2025.
Ia juga menjelaskan, kinerja ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP) harian mencapai 91,7 persen, dengan rincian 11 penerbangan tepat waktu dan satu mengalami keterlambatan dari total 12 penerbangan.
Selain itu, tingkat keterisian kursi (load factor) harian tergolong tinggi, yakni 96,4 persen, dengan total 2.023 penumpang dari kapasitas 2.085 kursi tersedia.
“Tingkat keterisian penumpang pada penerbangan hari ini hampir maksimal,” jelasnya.
Kemudian, secara kumulatif mulai tanggal 13 sampai 23 Maret 2026, pergerakan lalu lintas udara di Bandara H AS Hanandjoeddin menunjukkan tren positif pada beberapa sektor.
Untuk total pergerakan pesawat tercatat sebanyak 142 movement atau meningkat 6 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 134 movement.
Jumlah penumpang juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen, yakni 24.564 orang dibandingkan 24.372 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, kargo masih mengalami penurunan sebesar 17,3 persen, dengan total 104 ton dibandingkan 125,8 ton pada tahun lalu.
"Secara kumulatif, trafik pesawat dan penumpang masih tumbuh positif,” ungkap Hernindya.
Untuk penerbangan domestik, seluruh pergerakan berasal dari rute dalam negeri, sedangkan penerbangan internasional nihil.
Kinerja OTP kumulatif tercatat sebesar 75,4 persen, dengan 107 penerbangan tepat waktu dan 35 mengalami delay dari total 142 penerbangan.
Sementara itu, load factor kumulatif mencapai 98,1 persen, menunjukkan tingginya tingkat keterisian kursi selama periode angkutan Lebaran.
Dari sisi tambahan penerbangan (extra flight), realisasi baru mencapai 40 penerbangan dari rencana 62 flight atau sekitar 64,5 persen.
Hernindya menambahkan, slot penerbangan baik harian maupun kumulatif telah dimanfaatkan secara maksimal dengan capaian 100 persen.
“Secara umum operasional berjalan lancar, dengan utilisasi slot optimal dan tingkat keterisian penumpang yang tinggi,” ucapnya. (posbelitung.co/dede suhendar)