Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka melakukan pengawalan terhadap jenazah korban kecelakaan maut di Cingambul yang diberangkatkan dari RSUD Cideres Majalengka menuju Karawang.
Pengawalan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata didampingi Kanit Gakkum, Ipda Hendri Wibowo.
Proses ini dilakukan untuk memastikan pemulangan jenazah berjalan aman dan lancar hingga ke daerah asal korban.
Berdasarkan data terbaru dari RSUD Cideres Majalengka, tiga korban meninggal dunia telah dipulangkan ke Karawang.
Baca juga: Bupati Eman Suherman dan Kapolres Jenguk Korban Kecelakaan di Majalengka: Penanganan Masih Dilakukan
Ketiganya yakni Nurmala, Entang dan Desi yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di wilayah Cingambul.
Sementara itu, satu korban luka yakni Topik Hidayat telah menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang untuk berobat jalan.
Adapun delapan korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Cideres. Mereka di antaranya Oman Rohman, Kariyah, Salma Intan Nuraeni, Silvia Azhari, Kia Putri Hidayat, Asep Ismail, Ridwan Kosasih serta Ratna Wulan.
Pihak rumah sakit menyatakan, sebagian korban mengalami luka serius sehingga masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut terjadi di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, dan melibatkan kendaraan Isuzu Elf Microbus yang mengangkut rombongan warga asal Karawang.
Korban meninggal ada enam orang, sementara 15 orang lainnya mengalami luka. Hingga kini, penanganan korban luka masih terus dilakukan.
Kesaksian korban selamat
Korban selamat kecelakaan maut di Cingambul, Ratna Wulan mengungkap detik-detik sebelum Isuzu Elf yang ditumpanginya terjun ke jurang.
Ratna menceritakan, rombongan berangkat dari Karawang sejak Minggu (22/3/2026) pagi untuk perjalanan ziarah dan wisata.
“Itu kan pas hari Minggu kita berangkat ke Ciamis atau Tasik. Sampai sana sekitar jam 6 atau 7 pagi, terus istirahat, ziarah,” kata Ratna saat perawatan di RSUD Cideres Majalengka, Selasa (24/3/2026).
Setelah ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Mereka kemudian pulang pada sore hari.
“Habis dari Pangandaran pulang jam 4 sore (hari Senin). Terus perjalanan, sampai malam sekitar jam 8 atau 9, terus sempat ke Ciamis lagi, cuma makan sebentar, ambil barang, langsung pulang,” katanya.
Ratna menyebut, kondisi rombongan saat itu sebenarnya sudah lelah.
Bahkan sempat ada kekhawatiran untuk melanjutkan perjalanan malam hari.
“Kan tadinya jangan disuruh pulang dulu, soalnya belum istirahat. Tapi sopirnya mau pulang, soalnya mobilnya sudah ada yang nyarter lagi,” ucapnya.
Saat melintas di jalur Cingambul, Majalengka, Ratna mengaku sebagian besar penumpang sudah tertidur.
Jalur yang dilalui juga bukan rute yang biasa mereka lewati.
“Pas di perjalanan pulang, itu jalan pertama kali lewat situ. Biasanya nggak lewat situ. Terus semuanya pada tidur,” ujarnya.
Di tengah perjalanan, beberapa penumpang sempat memperingatkan sopir agar berhati-hati.
“Nenek sempat ngejerit, ‘awas, bawa mobilnya jangan kencang-kencang’. Abah juga bilang, ‘pelan-pelan saja jangan kencang-kencang’,” tutur Ratna.
Kondisi jalan yang licin usai hujan membuat situasi semakin berbahaya.
“Udah licin habis hujan, terus pada teriak, langsung jatuh. Nggak tahu nabrak atau apa. Udah enggak inget, enggak sadar,” katanya.
Ratna mengaku kehilangan kesadaran setelah kejadian tersebut dan baru tersadar saat sudah berada dalam penanganan medis.