Tugas Kawal Arus Mudik Warga, Bripka Septian Meninggal Setelah Pingsan dengan Tubuh Penuh Koyo
Ignatia Andra March 24, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang anggota polisi bernama Bripka Septian meninggal dunia dalam misi tugas melindungi warga atau masyarakat.

Bripka Septian diduga mengalami serangan jantung setelah kondisi tubuhnya sempat alami tidak enak.

Hal itu terbukti dari kondisi tubuhnya yang dipenuhi dengan koyo.

Kronologi

Dikutip Tribun Jatim dari tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id via Tribunnews.com, Selasa (24/3/2026), kronologi kejadian bermula saat Bripka Septian bertugas di kawasan Alun-Alun Kajen, pada Minggu (22/03/2026), sekitar pukul 22.50 WIB.

Usai mengatur lalu lintas, ia beristirahat sejenak di angkringan.

Tidak lama kemudian tiba-tiba Bripka Septian jatuh pingsan.

Dia kemudian langsung dilarikan ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim medis berusaha memberikan pertolongan resusitasi jantung paru (RJP).

Baca juga: Padatnya Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Lamongan, Banyak yang Kembali ke Jakarta

Setelah kurang lebih 30 menit berjuang, takdir berkata lain.

Bripka Septian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.55 WIB.

Dugaan sementara penyebab kematian kemungkinan berupa serangan jantung. 

Temuan medis di IGD menunjukkan adanya gangguan irama jantung. 

Kondisi tersebut disertai henti napas, tidak adanya denyut nadi, serta tidak adanya respons terhadap tindakan resusitasi meskipun telah diberikan epinefrin sebanyak empat ampul.

Fakta lain saat hendak dimandikan, ternyata tubuh Bripka Septian dipenuhi banyak koyo, plester obat untuk meredakan nyeri.

Baca juga: Sosok Pemudik yang Bawa Tas Isi 20.000 Dollar AS, Pemicu Uang Tunai Rp 339 Juta Tertinggal Terkuak

Dimakamkan di Solo

Masih dikutip dari dari tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id, jenazah Bripka Septian dibawa ke Solo, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

Proses pemakaman secara kedinasan digelar di tempat pemakaman umum (TPU) Astonoloyo, Krembyongan, RT 03 RW 07, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Senin (23/3/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf.

Dalam amanatnya, AKBP Rachmad menyampaikan penghormatan terakhir serta apresiasi atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas di institusi kepolisian. 

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk meneladani semangat dan loyalitas almarhum dalam menjalankan tugas.

"Atas nama negara Bangsa dan Polri dengan ini mempersembahkan kepada Ibu Pertiwi jasad dan raga almarhum roh dan jiwanya kembali ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa."

"Semoga dalam dharma baktinya yang ditempuh dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan rohnya mendapatkan tempat yang semestinya di alam baka," katanya, dikutip dari Instagram @polrespekalongan_kajen.

Sejumlah pejabat dan anggota kepolisian turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, hadir pula Kapolsek Banjarsari, Kasi Dokkes Polresta Surakarta, Kasium Polresta Surakarta, Kanit Kamsel Polresta Surakarta, anggota Polresta Surakarta dan Polres Pekalongan, pengurus Bhayangkari Cabang Pekalongan, serta keluarga almarhum.

Sosok terungkap

Insiden anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) gugur saat mengawal mudik lebaran kembali terjadi.

Ia diduga mengalami kelelahan ketika bertugas di Lebaran 2026 tahun ini.

Ternyata sehari sebelumnya, juga ada anggota polisi gugur di Pekalongan, Jawa Tengah.

Identitasnya diketahui bernama Bripka Septian Eko Nugroho.

Dia bertugas sebagai Banit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.