OKUPANSI Hotel Libur Idul Fitri 70 Persen, Konflik Timur Tengah Mulai Berimbas ke Wisatawan Eropa!
Anak Agung Seri Kusniarti March 25, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Okupansi hotel di Denpasar saat libur panjang Idul Fitri dan Nyepi tak sesuai ekspektasi atau harapan. Situasi geopolitik global turut memberi dampak, khususnya dari pasar wisatawan Eropa.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar, Ida Bagus Sidarta Putra, mengungkapkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah mulai berimbas pada pola perjalanan wisatawan mancanegara.

Ia menyebut, wisatawan asal Eropa memilih menunda bahkan mengalihkan rencana liburan mereka ke Bali dalam beberapa bulan ke depan. 

Baca juga: LAHIR dari Kepedulian Lingkungan, Pasangan Pengantin di Gianyar Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Baca juga: Layani 595 Ribu Penumpang, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Naik 4 Persen

Hal ini dipicu ketidakpastian akibat perang yang berdampak pada jalur penerbangan dan psikologis wisatawan.

"Sudah mulai ada pembatalan untuk jangka pendek, dan tren penundaan juga terlihat untuk beberapa bulan ke depan. Situasi perang membuat wisatawan cenderung menahan perjalanan," katanya Selasa, (24/3). 

Sidarta menyebut, kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu jalur penting penerbangan dari Eropa menuju Bali. Gangguan pada rute tersebut berpengaruh signifikan terhadap suplai wisatawan ke Pulau Dewata.

Meski demikian, pasar wisatawan dari Australia dinilai masih stabil dan menjadi penopang utama kunjungan ke Bali, termasuk Denpasar. 

Sementara itu, Denpasar yang bukan merupakan destinasi utama wisata domestik juga tidak mengalami lonjakan signifikan selama periode liburan.

"Untuk pasar domestik di Denpasar memang tidak terlalu signifikan. Berbeda dengan daerah tujuan wisata utama lainnya," jelasnya. Dari sisi tingkat hunian hotel atau okupansi, capaian selama libur Lebaran berada di kisaran 70 persen. (sup)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.