Bangun SPPG Rp3,5 M Pakai Uang Pribadi, Hendri Irawan yang Pamer Dapat Rp6 Juta Sehari: Siap Diaudit
Rr Dewi Kartika H March 25, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Hendrik Irawan mengurai curhatan usai ramai dihujat netizen gara-gara pamer dapat Rp6 juta per hari dari mengelola Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang viral di Cimahi itu mengaku belum balik modal meskipun penghasilannya jutaan rupiah sehari.

Hendrik pun memperlihatkan kondisi dapur SPPG miliknya yang megah.

Diakui Hendrik, dapur SPPG yang ia bangun murni dari uang pribadinya.

Hendrik sampai merogoh kocek Rp3,5 miliar untuk membangun dapur MBG.

"Saya buatnya (dapur SPPG) sampai Rp3,5 miliar, jadi dari bapak presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya," ungkap Hendrik Irawan dalam akun TikTok-nya.

"Ini kitchen-kitchen aku bikin semua sendiri," ujar Hendrik.

 Terkait dengan penghasilan Rp6 juta perhari, Hendrik mengurai penjelasan.

 Katanya, bukan cuma ia saja yang dapat insentif jutaan sehari.

"Yang menerima Rp6 juta tuh bukan saya, semua mitra yang bergabung dengan program semua menerima Rp6 juta, itu untuk insentif bangunan yang kami buat," pungkas Hendrik. 

Meski dapat penghasilan jutaan sehari dari MBG, Hendrik mengaku belum balik modal.

Kendati demikian, Hendrik siap diaudit.

"Semuah sppg ya audit ya karena semuah sppg menerima Kaka heheh, itu uang instip pengen akun gedung yang kami bikin dengan modal sendri dan yg sayah bikin 3.5 m Kaka dan blom balik modal, sayah siap diaudit dan mempertangung jawabkan apa yg selama ini," tulis Hendrik

Kini ramai dihujat, Hendrik santai.

Tak mau meladeni cacian netizen, Hendrik memilih sibuk memamerkan dapur SPPG miliknya.

"Netizen lagi amarah, lagi emosi, Pak Hendrik mah santai saja, saya mah sudah terbiasa dihujat," akui Hendrik.

Ancam laporkan netizen

Sebelumnya, sosok Hendrik Irawan viral karena mengaku dapat cuan jutaan rupiah dari membangun dapur MBG.

Terkait hal tersebut, Hendrik pun ramai dicibir netizen di media sosial.

Hendrik kesal kontennya di TikTok dibagikan ulang oleh beberapa akun medsos hingga memicu perundungan.

Lantaran hal tersebut, Hendrik pun berniat melaporkan akun medsos tersebut karena gara-gara unggahan tersebut dirinya panen hujatan.

Beberapa waktu lalu pria bertubuh tambun itu langsung mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan akun media sosial yang menjadi tempat netizen menghinanya.

Hendrik pun menjelaskan soal pendapatan Rp6 juta perhari yang ia dapat dari mengelola MBG.

"Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum. Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata Hendrik.

"Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp6 juta, lalu salah saya di mana? dari jurnis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta perhari. Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta," sambungnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.