Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Museum Keraton Kasunanan Surakarta mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan pada momen Lebaran 2026.
Tiket terjual mencapai ribuan lembar, menandai tingginya minat masyarakat untuk berwisata sekaligus mengenal warisan budaya Jawa.
Lonjakan ini terjadi setelah museum dibuka kembali usai proses revitalisasi.
Pengelola Museum Keraton Kasunanan Surakarta, BRM Parikesit Suryo Roseno, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung meningkat cukup mencolok dalam beberapa hari terakhir.
“Kemarin sempat tutup karena revitalisasi museum, mungkin hal itu bisa menarik pengunjung. Dibanding hari biasa, ada peningkatan signifikan di momen Lebaran,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Hingga siang hari, jumlah tiket yang terjual telah mencapai sekitar 1.000 lembar.
Sementara pada hari sebelumnya, pengunjung hampir menyentuh 1.500 orang.
Pada H+1 Lebaran, tercatat sebanyak 1.040 tiket terjual.
Menurut BRM Parikesit, angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring arus mudik dan waktu libur yang masih berlangsung.
Wisatawan memanfaatkan kesempatan liburan untuk mengunjungi museum yang baru direnovasi.
Baca juga: Keraton Solo Ramai Saat Libur Lebaran, Pedagang Pernak-pernik Bambu Tetap Mengeluh Sepi Pembeli
Untuk meningkatkan daya tarik, pengelola menghadirkan sejumlah pembaruan, antara lain:
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan latihan tari Bedhaya Ketawang, pengalaman unik yang jarang ditemui di hari-hari biasa.
Tiket masuk museum dibanderol Rp35 ribu untuk wisatawan domestik, Rp60 ribu untuk wisatawan mancanegara, dan Rp25 ribu untuk pelajar.
Setiap tiket sudah termasuk layanan pemandu (tour guide), sehingga pengunjung bisa memahami sejarah dan nilai budaya dari koleksi yang ditampilkan.
(*)