Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MAJALENGKA – Perjalanan pulang usai merayakan libur Lebaran berujung duka mendalam bagi rombongan pemudik asal Karawang, Jawa Barat.
Sebuah kendaraan minibus (Elf) yangditumpangi 20 orang pemudik dilaporkan terjun bebas ke dalam jurang di Desa Mania, Kecamatan Cigambul, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (24/3/2026).
Insiden tragis yang diduga kuat dipicu oleh rem blong ini menelan korban jiwa. Enam penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Panik Tinggalkan Pisau Berdarah, Begini Jejak Pelarian WN Irak Usai Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori
Kronologi Rute Maut
Peristiwa nahas ini terjadi saat rombongan pemudik sedang dalam perjalanan kembali dari Tasikmalaya menuju Karawang.
Menurut laporan, kendaraan yang melaju dari arah Pangandaran itu sempat berputar arah melintasi jalur Majalengka sebelum akhirnya kehilangan kendali dan masuk ke dalam jurang.
Mendapat laporan kecelakaan maut tersebut sekitar pukul 10.30 WIB, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, langsung menginstruksikan pergerakan cepat.
Sebanyak delapan unit ambulans beserta tim medis langsung diberangkatkan ke Majalengka untuk mengevakuasi para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.
“Kami langsung meminta ambulance bersama tim medis kita berangkat ke Majalengka untuk membawa warga kita kembali ke rumah. Situasi sekarang masih lebaran jadi semua orang sibuk. Biar kita juga bantu prosesnya disana,” tegas Aep Syaepuloh dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Bantuan Lintas Daerah dan Pengurusan Jenazah
Untuk mempercepat penanganan, Aep turut berkoordinasi langsung dengan Bupati Majalengka, Eman Suherman. Kerukunan antar-pemimpin daerah ini memperlancar proses evakuasi dan perawatan di rumah sakit setempat.
“Alhamdulillah saya menghubungi Bupati Majalengka pak Eman sangat merespon dan membantu semua prosesnya dari rumah sakit hingga kepulangan jenazah,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak hanya fokus pada evakuasi di lokasi kejadian.
Aep juga telah menyiagakan jajarannya di rumah duka. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang untuk turun tangan membantu proses pemakaman dan memberikan penanganan lanjutan bagi keluarga korban.
“Kami minta petugas BPBD segera tanggap bantu warga kita,” tutupnya.