TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Keluarga pemudik asal Banyumas terpaksa harus menghadapi perjalanan mencekam seusai terjebak di tengah hutan saat menuju daerah tujuannya di Kabupaten Pekalongan.
Alhasil, pemudik ini harus meminta bantuan saat mulai merasakan perjalanannya semakin tersesat.
Dia akhirnya ditolong warga dan polisi seusai menghubungi Call Center 110.
Baca juga: Lupa Jalan Pulang, Lansia 70 Tahun Tersesat di Hutan Kebumen saat Mencari Pohon Hata untuk Kerajinan
• Tak Mau Jadi Korban Berikutnya, Warga Pekalongan Inisiatif Serahkan Bahan Petasan ke Polisi
• Libur Lebaran 2026: Wisata Gratisan di Jateng Dibanjiri Pengunjung, Semarang Zoo Turun 20 Persen
Ya, nasib malang menimpa seorang pemudik asal Kabupaten Banyumas, bernama Arif Irawan (37).
Berniat memangkas waktu perjalanan menggunakan jalur alternatif dari aplikasi peta digital, Arif bersama istri dan anaknya justru tersesat di tengah kawasan hutan Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.
Insiden ini terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam, saat keluarga tersebut dalam perjalanan menuju rumah mertua di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian bermula ketika Arif yang berangkat dari Kecamatan Cilongok, Banyumas mengecek rute perjalanan melalui aplikasi navigasi.
Meskipun sudah mengetahui jalur utama melalui pertigaan Kecamatan Bantarbolang, dia tergiur menggunakan rute alternatif lewat Desa Pabuaran.
"Saat mengecek lewat aplikasi peta, kami tertarik untuk menggunakan jalur lainnya melalui jalan Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang untuk memangkas jarak sekira empat kilometer," ujar Arif seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/3/2026).
Arif sempat beristirahat dan menunaikan salat Maghrib di Desa Pabuaran sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke area perbukitan.
Namun jalur yang diarahkan aplikasi tersebut justru membawanya jauh ke dalam kawasan hutan yang menghubungkan Desa Parunggalih menuju Desa Jatiroyom.
Kondisi semakin mencekam ketika hujan turun deras di tengah hutan.
Medan jalan yang masih berupa tanah berubah menjadi licin dan berlumpur, membuat kendaraan yang ditumpangi satu keluarga ini tidak bisa bergerak.
"Kami memasuki kawasan hutan dan perbukitan. Saya akhirnya memutuskan putar balik, namun tiba-tiba hujan turun sehingga sepeda motor selip dan terjebak pada jalan yang berlumpur," ungkap Arif.
Dalam kondisi putus asa dan minim penerangan, Arif beruntung masih mendapatkan sinyal telepon seluler.
Dia pun segera menghubungi layanan darurat kepolisian untuk meminta bantuan.
• 1,6 Juta Pemudik Masih di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi: Jangan Balik Berbarengan
• Geger Mayat Wanita Bertato di Areal Persawahan, Kondisi Setengah Telanjang Tanpa Identitas
Mendapat laporan melalui Call Center 110, personel Polsek Bodeh langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan.
Kapolsek Bodeh, Iptu Santosa mengonfirmasi bahwa timnya segera melakukan penyisiran di kawasan hutan Desa Parunggalih.
"Kami bergegas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Arif bersama istri dan anaknya. Personel Polsek Bodeh bersama warga juga mengevakuasi motor korban yang terjebak lumpur," kata Iptu Santosa.
Setelah berhasil dievakuasi, keluarga tersebut dibawa ke rumah salah satu perangkat desa di Desa Parunggalih untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik mereka.
Setelah dirasa cukup aman, pihak kepolisian kemudian mengantarkan Arif dan keluarganya hingga sampai ke tujuan di Kabupaten Pekalongan.
Berkaca dari kejadian ini, Iptu Santosa mengimbau kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik Lebaran agar tetap waspada dan tidak bergantung sepenuhnya pada aplikasi penunjuk arah, terutama saat malam hari atau cuaca buruk.
"Kami imbau agar pemudik tidak terlalu bergantung pada aplikasi peta digital, apalagi saat melintasi jalur alternatif yang belum dikenal di malam hari," tegasnya. (*)
Sumber Kompas.com