Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Seorang remaja bernama Safik (16) dilaporkan terseret ombak hingga tenggelam saat mandi di Pantai Bintaro, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Safik diduga terseret arus kuat saat berada di area dekat bebatuan yang dikenal rawan, yakni Batu Gosong.
Insiden yang menimpa warga Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan tersebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.47 WIB.
Lantas, sejauh mana tingkat kerawanan area Batu Gosong yang menyeret hingga menenggelamkan Safik?
Dihimpun dari berbagai sumber, area Batu Gosong di Pantai Bintaro, Lampung Selatan, secara umum dikategorikan memiliki tingkat kerawanan yang perlu diwaspadai, terutama terkait faktor alam dan keselamatan pengunjung.
Baca juga: Kronologis Safik Terseret Ombak di Pantai Lampung Selatan, Masuk via Jalan Tikus
Meskipun dikenal sebagai area privat yang tenang untuk menikmati matahari terbenam, pengunjung sangat disarankan untuk tidak berenang karena karakteristik ombak di pesisir Lampung Selatan cenderung tinggi dan berbahaya.
Instansi terkait, terutama pihak kepolisian secara tegas telah menghimbau, bahwa kawasan pantai di Lampung Selatan bukan merupakan spot untuk berenang, karena adanya ombak tinggi yang dapat menenggelamkan dengan cepat.
Sebagaimana karakteristik pantai selatan, terdapat potensi arus balik yang kuat dan mematikan, yang sering menjadi penyebab kecelakaan laut di wilayah ini.
Khusus di area Batu Gosong, karena memiliki banyak bebatuan sehingga mengharuskan orang tua untuk ekstra waspada saat membawa anak-anak bermain di tepi pantai agar tidak terluka dan terseret arus kuat.
Peristiwa nahas yang menimpa Safik itu terjadi sekitar pukul 17.47 WIB atau menjelang waktu Maghrib.
Saat itu, korban bersama enam rekannya tengah berenang di kawasan Pantai Bintaro.
Namun, korban diduga terseret arus kuat saat berada di area dekat bebatuan yang dikenal rawan, yakni Batu Gosong.
Korban sempat terlihat oleh saksi terbawa ombak sebelum akhirnya hilang dari pandangan.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke petugas Damkarmat Lampung Selatan pada pukul 18.05 WIB dan diteruskan ke Basarnas.
Tim rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 18.24 WIB dengan jarak tempuh sekitar 26,25 kilometer.
Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB untuk segera melakukan pencarian.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, seperti kendaraan operasional double cabin, perahu karet bermotor, alat selam, aqua eye, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Sementara itu, suasana di lokasi kejadian sempat diwarnai kepanikan.
Berdasarkan video amatir yang beredar, seorang rekan korban terlihat syok usai kejadian dan langsung dievakuasi petugas dari bibir pantai.
Petugas juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar menjauh dari area berbahaya, terutama di sekitar bebatuan yang memiliki arus laut cukup kuat.
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan terseret ombak di Pantai Bintaro, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengatakan, operasi pencarian kembali dilanjutkan dilakukan hingga pukul 23.00 WIB.
Ia menjelaskan, pencarian saat ini masih difokuskan di titik lokasi korban pertama kali dilaporkan terseret ombak.
Namun, kata Rezie, jika hingga batas waktu yang ditentukan belum juga ditemukan, maka pencarian akan dilanjutkan kembali pada Rabu (25/3/2026) pagi.
"Jika pencarian hari ini masih nihil, maka operasi pencarian akan dilanjutkan besok (Rabu) mulai pukul 06.00 WIB," jelas Rezie.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke pantai bersama enam orang temannya.
Mereka masuk ke lokasi pantai melalui akses jalan kecil (jalan tikus) menuju area pantai yang diketahui tidak memiliki pengelola resmi.
Saat berada di lokasi, korban bersama teman-temannya mandi di laut.
Namun nahas, korban diduga terseret arus hingga akhirnya tenggelam.
Polisi bersama pihak terkait langsung melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban.
Meski berbagai imbauan larangan berenang telah dipasang, sejumlah warga masih nekat beraktivitas di perairan Laut Ketang, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Satpol PP, BPBD, serta aparat TNI/Polri telah memasang banner hingga tugu peringatan di sepanjang pesisir pantai.
Imbauan tersebut bertujuan mencegah kecelakaan laut, mengingat kondisi ombak yang kerap tidak bersahabat.
Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, pengelola pantai juga diminta menyediakan petugas penjaga untuk mengawasi aktivitas pengunjung.
“Kami sudah sering mengingatkan, baik melalui banner maupun sosialisasi langsung. Namun masih ada warga yang mandi di laut, padahal kondisi arus dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.
Kondisi ini kembali menjadi sorotan setelah insiden tenggelamnya seorang remaja, Safik (16), warga Kecamatan Way Panji, yang diduga terseret arus di kawasan Pantai Batu Rame, Kalianda, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB.
Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu.
Pihaknya berharap, imbauan larangan yang telah dipasang dapat dipatuhi masyarakat sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )