TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Letjen Jamin Ginting, tepatnya di KM 53 Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di dekat Perbatasan Tanah Karo, pada Selasa (24/3/2026) pagi.
Insiden maut tersebut melibatkan satu unit bus penumpang dan dua sepeda motor yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat bus travel Almasar dengan nomor polisi BL 7531 JH yang dikemudikan oleh Jop Sampuren Sembiring Meliala (29) melaju dari arah Medan menuju Berastagi.
Diduga pengemudi travel dalam kondisi mengantuk, sehingga kendaraan yang dikemudikannya melewati marka jalan sebelah kanan hingga keluar jalur.
"Sesampainya di lokasi, mobil tersebut melaju ke kanan melewati marka jalan dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy tanpa pelat (run in- sepeda motor baru) yang melaju dari arah berlawanan," ujar AKBP I Made Parwita saat dikonfirmasi Tribun Medan.
Setelah menabrak pengendara motor pertama, mobil travel tersebut lanjut menabrak pengendara sepeda motor Yamaha N Max BK 4325 AGK yang melaju searah di belakang Scoopy.
Akibatnya, terjadi kecelakaan beruntun yang mengakibatkan kerusakan parah pada ketiga kendaraan.
Setelah kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Honda Scoopy, Aldian Aulia Susanto (23), warga Jalan Eka Suka VII Medan, tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban mengalami luka parah berupa pendarahan pada telinga, mulut, dan hidung, serta pecah pada bagian belakang kepala. Sementara itu penumpang sepeda motor, Meirisya Nurulandini (21), mengalami luka robek pada kepala dan pendarahan. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Adam Malik Medan," ungkapnya.
Sedangkan, pengendara Yamaha N Max, Fahrival Khois (19), mengalami luka memar pada kaki kanan, terkilir pada lengan kanan dan punggung, serta sakit pada kepala.
Lebih lanjut, untuk pengemudi bus travel yang dikendarai oleh Jop Sampuren Sembiring Meliala, dilaporkan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.
Akibat kecelakaan ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Bus travel Almasar mengalami kerusakan pada bagian bumper depan kanan yang pecah.
Kedua sepeda motor juga mengalami kerusakan cukup parah, seperti pecah pada lampu depan, sayap depan, body samping, serta stang kemudi yang bengkok.
(cr9/Tribun-medan.com)