Niat Liburan ke Danau Toba, Tiga Sekeluarga dari Riau Tewas Ditabrak Truk Mundur di Simalungun
AbdiTumanggor March 25, 2026 01:09 AM

TRIBUN-MEDAN.COM - Kecelakaan maut terjadi di jalur alternatif Simpang Palang-Simpang Sitahoan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2026).

Sebuah truk bermuatan material konstruksi hilang kendali saat menanjak hingga mundur dan menghantam minibus yang membawa rombongan sekeluarga asal Riau.

Insiden tragis ini mengakibatkan tiga orang tewas di lokasi kejadian akibat terjepit badan kendaraan yang ringsek.

Para korban diketahui merupakan bagian dari rombongan asal Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang berencana berlibur ke Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kronologi Kejadian di Jalur Alternatif 

Peristiwa bermula saat minibus bernomor polisi BM 1796 UL tengah melaju di jalur menanjak menuju arah Danau Toba, Parapat.

Di depan mereka, terdapat truk BK 9233 CE yang diduga tidak kuat menanjak. 

Truk tersebut kemudian mundur dan menghantam minibus tepat di belakangnya.

Kerasnya benturan membuat bagian depan minibus hancur dan menjepit para penumpang di dalamnya.

“Informasi yang diterima, truk tidak mampu menanjak lalu mundur menabrak kendaraan mertua saya,” ujar Aminullah (45), ayah dari salah satu korban tewas, saat ditemui di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Kecelakaan ini merenggut nyawa sopir minibus dan dua orang remaja. 

Ketiga jasad korban telah dievakuasi ke ruang instalasi jenazah RSUD Djasamen Saragih.

Adapun identitas korban tewas adalah: S (50) – Sopir minibus, J (17) – Anak sulung Aminullah, YP (17) – Anak dari adik mertua Aminullah.

Selain korban jiwa, tiga penumpang lainnya yaitu, kedua mertua Aminullah dan anak Aminullah, mengalami luka-luka. Dua orang dilaporkan luka ringan, sementara satu orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Aminullah menceritakan bahwa rombongan keluarganya sempat berpisah jalur sebelum insiden terjadi.

Ia sedang melayat ke Lubuk Pakam, Deli Serdang, sementara rombongan mertua dan anaknya singgah di Kabupaten Batu Bara sebelum bertolak ke Danau Toba, Parapat. 

“Dapat infonya tadi sekitar jam dua siang pas lagi di Tebing Tinggi, langsung ke sini mengurus korban luka dan anak saya yang meninggal,” ucap Aminullah dengan nada duka.

Keluarga korban berharap pihak Kepolisian Resor Simalungun menangani kasus ini secara serius dan meminta pertanggungjawaban dari pihak penyedia jasa angkutan truk tersebut. 

Hingga Selasa malam, petugas kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat, belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai status sopir truk maupun detail teknis penyebab kecelakaan.

Proses penanganan jenazah di rumah sakit baru dimulai sekitar pukul 18.40 WIB setelah mendapatkan koordinasi dan persetujuan dari pihak kepolisian yang bertugas di lapangan.

Baca juga: Sosok Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut di Jalur Alternatif Parapat adalah Santri Ponpes

Baca juga: Kecelakaan Maut Renggut 3 Nyawa di Jalur Alternatif Parapat via Pondok Buluh-Sitahoan

Baca juga: Kecelakaan Tragis Renggut Tiga Nyawa, Korban Warga Riau Hendak ke Danau Toba  

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.