Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Liburan Lebaran 2026 membuat Jalan Braga di pusat Kota Bandung ramai dikunjungi wisatawan.
Salah satu destinasi yang paling menarik perhatian adalah Rumah Hantu Braga, tempat di mana pengunjung bisa merasakan sensasi seram sekaligus menikmati sejarah gedung yang sudah terbengkalai selama 30 tahun.
Suasana di rumah hantu terasa mencekam sejak pengunjung melangkah masuk. Lampu yang redup berpadu dengan efek suara jeritan dan langkah kaki yang bergema membuat udara terasa tegang.
Dekorasi menyeramkan patung-patung berwajah menakutkan, boneka tua dengan mata kosong, serta tirai yang bergerak perlahan menambah sensasi takut tapi penasaran bagi siapa saja yang mencoba melewati setiap ruangan.
Setiap sudut rumah hantu dirancang untuk mengejutkan; dari pintu yang tiba-tiba terbuka, hingga pocong yang bergerak seolah hidup.
Baca juga: Terima Undangan Dubes Prancis, Persib Jadi Contoh Kolaboratif Positif Sepakbola Internasional
Juna Aditya (78), pengawas rumah hantu, mengatakan, antusiasme pengunjung cukup tinggi pada momentum Lebaran 2026.
“Sejak kemarin, Alhamdulillah cukup ramai banget. Padat banget untuk rumah hantu,” katanya, kepada TribunJabar.id, Senin (23/3/2026).
Juna menyebut, untuk tarif, selama long weekend ini pengunjung cukup membayar Rp35.000.
“Kalau weekday sudah kembali normal mulai 1 April, harganya Rp30.000,” jelasnya.
Salah satu daya tarik utama Rumah Hantu Braga adalah kisah mistisnya, terutama tentang sosok Cika.
“Gedung ini sudah kosong selama 30 tahun. Dia disebut angker karena anak bontot keluarga ini hilang dan tidak pernah keluar sampai hari ini,” ujar Juna.
Selain cerita seram yang klasik, rumah hantu ini selalu menghadirkan ‘hantu’ baru setiap hari.
“Setiap hari ada perubahan. Jadi meskipun pengunjung datang tiga kali atau dua kali, pengalaman tetap berbeda,” imbuhnya.
Juna mengatakan bahwa tujuan utama rumah hantu ini adalah membuat pengunjung merasa senang dan puas, bukan sekadar takut.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran Idulfitri, Polisi Berlaku Buka-Tutup Rest Area KM 125 Kota Cimahi
“Yang menakutkan itu sebenarnya mindset kita sendiri. Setelah masuk rumah hantu, banyak yang baru sadar kalau tadi takutnya karena mindset sendiri,” jelasnya.
Durasi kunjungan rata-rata 7–10 menit, tergantung kecepatan pengunjung. Ada dua wahana utama: rumah hantu tiga lantai dengan kamar-kamar dan tempat tidur asli, serta mobil hantu yang berada di lantai satu untuk pengalaman lebih cepat dan praktis.
“Keduanya sama-sama diminati, tapi tergantung preferensi pengunjung,” kata Juna.
Juna menambahkan bahwa selama liburan Lebaran, jumlah pengunjung meningkat hingga 200 persen dibanding hari biasa.
Pengunjung dari luar Bandung juga antusias mencoba pengalaman ini.
Steven Nata Nail (27) dari Jakarta mengaku pengamalan setelah keluar dari Rumah Hantu Braga membuat bulu kuduk merinding.
“Experience ini seru. Setan-setannya bikin kaget, tapi justru itu yang membuat berbeda dari rumah hantu lain. Tempatnya kecil, jadi terasa dekat banget dengan hantunya.”
Dia mengaku mengetahui tempat tersebut dari kerabat yang berasal dari Bandung.
Menurutnya, menjajal keseruan masuk rumah hantu menambah adrenalin.
Sementara Una (45) dari Tangerang Selatan mengagakan, jumpscare di setiap ruangan membuatkannya kaget yang memicu teriakan para rombongan.
“Suara hantunya yang paling bikin kaget, tapi itu yang membuat seru. Kami rombongan tujuh orang, dan ini pertama kali mencoba rumah hantu Braga. Sebelumnya pernah ke Pandora atau Dufan, tapi sensasinya beda,” tuturnya.
Sebagai informasi, saat libur Lebaran, Rumah Hantu Braga buka pukul 12.00–00.00 WIB, sementara setelah April, rumah hantu ini buka mulai pukul 10.00 di akhir pekan. (*)