Tribunlampung.co.id, Gayo Lues - Kondisi jenazah dokter Shanti Hastuti (45) saat pertama kali ditemukan adiknya di dalam kamar rumahnya, posisi terlentang dengan kepala tertutup kain selimut.
Penemuan jenazah dokter Shanti tersebut terjadi tepatnya di dalam kamar rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 10.55 WIB.
Saat ditemukan kondisi jenazah korban mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, diduga merupakan korban pembunuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, dokter Shanti ditemukan meninggal dunia di kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya.
Penemuan itu pertama kali dilaporkan oleh adik kandungnya, Norman.
Baca juga: Sosok Pembunuh Dokter Shanti, Jenazah Mantan Istri Polisi Ditemukan Membusuk
Norman datang ke rumah korban untuk bersilaturahmi pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
Namun, saat tiba, Norman tidak menemukan kakaknya.
Pintu belakang rumah terbuka sedikit, dan meski dipanggil berulang kali, korban tidak merespons.
Norman kemudian masuk ke dalam rumah dan mencari di lantai bawah, namun tidak menemukan korban.
Setelah naik ke lantai dua, ia mencium bau menyengat dari kamar yang terkunci dari luar, dengan kunci masih tergantung.
Setelah membuka kamar, Norman menemukan kakaknya sudah meninggal dunia.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Gayo Lues agar dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Ali Kasim Gayo Lues untuk keperluan visum.
Diketahui, korban telah lama menjanda, merupakan mantan ibu Bhayangkari, dan tinggal sendiri di rumah mewah peninggalan orang tuanya.
Selain itu, korban juga membuka praktek umum di rumahnya yang berada persis di pinggir Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo melalui Kasat Reskrim, Iptu M Abidinsyah SH, kepada TribunGayo.com, Sabtu (21/3/2026), mengatakan bahwa korban diduga menjadi korban tindak pidana pencurian dan kekerasan.
Saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh petugas Satreskrim.
Kasat Reskrim mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari dokter, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar lima hingga tujuh hari lalu sebelum ditemukan.
Kini kondisi jasad korban sudah mulai membusuk, bahkan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Mulut korban disumpal menggunakan kain menyerupai jilbab berwarna hitam, kemudian kedua tangan diikat ke belakang menggunakan kabel dan terdapat luka di bagian pinggang kiri yang diduga akibat benda tajam," jelas Iptu M Abidinsyah.
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti di TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Bahkan isi kamar korban berantakan dan sejumlah barang berharga milik korban diduga telah hilang, sehingga kini petugas fokus mengungkap pelaku dan motif kejadian dari kasus tersebut.
"Polres Gayo Lues meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut, agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
Bahkan hingga saat ini petugas kepolisian masih mendalami kasus tersebut," pungkasnya.