Ngantuk di Jalan Mudik, Mending 'Dopping' Minuman Energi atau Kopi? Ini Saran Ahli Gizi
GH News March 25, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Mudik Lebaran biasanya akan menguras banyak energi, yang menyebabkan mudah lelah hingga konsentrasi menurun. Biasanya, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengatasi masalah tersebut selama mudik.

Salah satunya adalah dengan mengonsumsi doping, seperti minuman energi atau kopi saat sahur. Lantas, lebih manjur mana yang bisa menjadi 'doping'?

Ahli gizi klinis, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist), menjelaskan bahwa kedua minuman itu memang bisa menambah energi. Menurutnya, menambah kafein dalam kopi dianggap bisa membuat tubuh lebih segar dan terhindar dari rasa kantuk.

Sementara itu, efek dari minuman energi diharapkan dapat menambah tenaga, sehingga seseorang tidak mudah lelah. Tetapi, perlu diingat bahwa kedua minuman itu juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

"Kopi juga membuat kita banyak kencing, bisa dehidrasi gitu. Memang kopi bisa membuat kita lebih bertenaga, tapi kalau dalam konteks mudik kan jadi susah BAK-nya," jelas dia saat berbincang dengan detikcom, beberapa waktu lalu.

"Minuman berenergi efeknya memacu metabolisme, bervariasi setiap orang. Kadang, kalau orang itu nggak kuat, jadi mudah berdebar. Kalau berdebar kan fokusnya tidak bagus ya, nyetir nggak fokus kan bahaya," tambah dr Oki.

Ketika ditanya lebih bagus mana dikonsumsi untuk 'doping' demi menambah energi, kopi atau minuman berenergi?

Ternyata, dr Oki menyarankan lebih baik kopi daripada minuman berenergi. Tetapi, kalau bisa dicoba dahulu sebelum menyetir jarak jauh.

"Dia cocoknya di dosis berapa, karena kopi itu variasi (manfaatnya) ke tiap orang. Ada yang cocok setengah cangkir, ada yang satu cangkir, ada yang tiga cangkir tapi nggak kerasa efeknya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.