TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi lalu lintas di Jalan Suprapto, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali menuai keluhan dari warga, Selasa (24/3/2026).
Pada sore hari, tepat di depan Pasar Swalayan Jumbo Manado, tampak sejumlah angkutan kota (mikrolet) berhenti dan menunggu penumpang di badan jalan.
Lokasi Jumbo tersebut berada di Jalan Suprapto No.1, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang.
Jumbo berada di pusat Kota Manado, jaraknya dengan tugu Zero Poin sekitar 1 km yang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 5 menit.
Jumbo Swalayan juga berdekatan dengan Mapolresta Manado yang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 2 menit.
Di depan Jumbo itulah tampak para sopir terlihat memarkir kendaraan mereka berderet di pinggir jalan sambil menunggu penumpang, sehingga ruang jalan menjadi lebih sempit dari biasanya.
Akibatnya, kendaraan lain, baik sepeda motor maupun mobil, harus melaju pelan bahkan bergantian saat melewati titik tersebut.
Tidak hanya mikrolet, sebuah mobil pikap juga terlihat berhenti di tengah jalur, yang semakin memperparah kondisi lalu lintas dan memicu kepadatan.
Cuaca pada saat itu terpantau cerah, namun situasi jalan tetap ramai dan padat.
Salah satu warga, Andi, menyebut kondisi seperti ini sudah sering terjadi, khususnya pada jam sibuk.
“Setiap hari hampir begini. Banyak angkot ngetem, jadi jalan makin sempit dan macet,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Rina.
Ia mengaku kerap mengalami kesulitan saat melintas di kawasan tersebut.
“Kalau lewat sini harus lebih hati-hati, apalagi kalau lagi ramai. Kadang harus menunggu dulu baru bisa lewat,” katanya.
Ia berharap ada tindakan dari pihak berwenang untuk menertibkan angkot yang berhenti sembarangan di badan jalan agar kemacetan bisa dikurangi.
“Menurut saya harus ditertibkan supaya tidak menyebabkan macet,” tambahnya.
Di sisi lain, seorang sopir angkot bernama Joni mengungkapkan alasan mereka berhenti di lokasi tersebut.
Menurutnya, mereka terpaksa menunggu di titik ramai karena sulit mendapatkan penumpang jika tidak ngetem.
“Kalau tidak berhenti di situ, susah dapat penumpang. Sekarang juga lagi sepi, jadi harus tunggu di tempat yang ramai,” jelasnya. (Pet)