TRIBUNJAMBI.COM - Momentum silaturahmi Lebaran 2026 di Cikeas antara Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Anies Baswedan bertransformasi menjadi panggung spekulasi politik tingkat tinggi.
Pertemuan antara mantan Gubernur DKI Jakarta dengan SBY, dinilai bukan sekadar basa-basi halal bihalal, melainkan sinyal kuat dihidupkannya kembali poros Anies-AHY untuk Pilpres 2029.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mencium adanya upaya sistematis dari para elite untuk menjaga "api" koalisi tetap menyala.
Menurutnya, Cikeas masih menjadi magnet strategis dalam menentukan arah bandul politik nasional.
“Pertemuan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai silaturahmi biasa. Ada upaya memancing kemungkinan agar duet Anies-AHY tetap menjadi opsi yang hidup,” ujar Arifki, Rabu (25/3/2026).
Rekam Jejak 2014 dan Luka Lama 2024
Arifki mengingatkan bahwa romansa politik Anies Baswedan dan Demokrat memiliki akar sejarah yang panjang.
Jauh sebelum hiruk-pukuk saat ini, Anies merupakan peserta Konvensi Capres Demokrat tahun 2014 di era SBY.
Meski sempat terjadi "patah arang" pada Pilpres 2024 saat duet Anies-AHY kandas di detik-detik terakhir, komunikasi yang kembali terjalin di Cikeas menunjukkan bahwa luka politik tersebut mulai mengering.
Baca juga: Presiden Prabowo Disebut Tak Kepikiran Maju Pilpres 2029, Tapi Tak Happy dengan Wapres Gibran
Baca juga: Cek Fakta: Viral Kasat Lantas Polres Muaro Jambi Digerebek di Hotel, Ternyata Kejadian Tahun 2017
“Artinya, hubungan Anies dengan Demokrat bukan hubungan baru. Sudah ada irisan sejarah politik sejak 2014,” jelasnya.
Namun, jalan menuju 2029 sangat bergantung pada posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pemerintahan Prabowo Subianto saat ini.
Jika Demokrat merasa ruang geraknya terbatas di koalisi penguasa, maka reuni dengan Anies adalah pilihan paling rasional.
“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” pungkas Arifki.
Pertemuan di Cikeas ini seolah menjadi pengingat bagi peta politik nasional bahwa dalam demokrasi, tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan untuk masa depan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara halalbihalal yang digelar Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Anies juga bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Juru Bicara Anies, Usamah Abdul Aziz, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menyebut momen itu berlangsung pada hari Lebaran dan menjadi bagian dari silaturahmi biasa.
“Iya betul, pertemuan terjadi pada hari H Lebaran,” ujar Usamah, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, komunikasi antara Anies, SBY, dan AHY selama ini tetap terjalin baik meskipun sempat muncul dinamika politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu. “Selama ini komunikasi berjalan baik, seperti biasa,” tambahnya.
Informasi serupa juga dibenarkan oleh sumber di lingkar elite Partai Demokrat. Dalam acara tersebut, Anies disebut sempat berbincang hangat dengan AHY dan SBY. Namun, perbincangan itu terjadi secara terbuka di tengah suasana halalbihalal bersama tamu lainnya, tanpa agenda pertemuan khusus.
Baca juga: Relawan Jadi Parpol Partai Gerakan Rakyat, Pastikan Usung Anies Baswedan di Pilpres 2029
Baca juga: Kondisi Terkini Arus Balik Lebaran di Jalintim Jambi-Palembang Rabu 25 Maret 2026
Seperti diketahui, hubungan antara Anies dan Partai Demokrat sempat merenggang pasca dinamika politik Pilpres 2024. Saat itu, Anies dan AHY sempat digadang-gadang berpasangan melalui Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang diinisiasi bersama Partai Nasdem dan PKS.
Namun, koalisi tersebut akhirnya pecah setelah Anies memilih berpasangan dengan Muhaimin Iskandar dari PKB. Kondisi ini membuat AHY batal maju sebagai calon wakil presiden.
Pasca peristiwa itu, Partai Demokrat kemudian bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Meski sempat mengalami ketegangan politik, pertemuan di Cikeas menunjukkan bahwa hubungan personal antar tokoh tetap terjaga melalui momen silaturahmi Idulfitri.
Baca juga: Pasca Lebaran, PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru
Baca juga: Harga TBS Sawit Jambi H+3 Lebaran, Selisih di Tingkat Petani dan Pabrik
Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp9 Juta per Mayam, 25/3/2026 Emas Antam di Level Rp2.850.000