SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Kabupaten OKU Timur diwarnai meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.
Meski jumlah kejadian menurun dibanding tahun sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.
Berdasarkan data Satlantas Polres OKU Timur, tercatat empat kasus kecelakaan lalu lintas sejak 13 hingga 25 Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan satu lainnya luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1,8 juta.
Kasat Lantas Polres OKU Timur, AKP Panca Mega Surya SH, mengatakan bahwa meskipun secara kuantitas kasus mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai lima kejadian, peningkatan angka korban jiwa menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Secara angka kejadian menurun, tetapi fatalitas meningkat. Ini yang menjadi evaluasi kami, terutama terkait perilaku berkendara dan kondisi jalan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Pada Operasi Ketupat Musi 2025, tercatat satu korban meninggal dunia, empat luka berat, dan tujuh luka ringan, dengan total kerugian material mencapai Rp5 juta.
Salah satu kecelakaan paling tragis terjadi di Jalan Lintas Komering, Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini merenggut nyawa dua penumpang sepeda motor.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha R15 yang dikendarai Sugiono (22), warga Kabupaten Mesuji, Lampung.
Ia membonceng Tyas Yunia Sari (20) dan balita Naviz Al Farobi (2) saat hendak bersilaturahmi ke wilayah Batumarta, OKU Timur.
Diduga melaju dengan kecepatan tinggi, sepeda motor kehilangan kendali saat melintasi jalan lurus yang berlubang.
Kendaraan oleng setelah menghantam lubang, menyebabkan kedua penumpang terpental ke badan jalan.
Nahas, dari arah berlawanan datang kendaraan roda empat yang langsung menabrak korban.
Pengemudi mobil tersebut melarikan diri dan saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Akibat kejadian tersebut, Tyas Yunia Sari mengalami luka berat di bagian kepala dan patah rahang, sementara balita Naviz Al Farobi mengalami cedera fatal. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain itu, kecelakaan lain terjadi di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Jumat (20/3/2026), berupa kecelakaan tunggal yang disertai kebakaran kendaraan.
Sebuah mobil keluarga yang digunakan untuk mudik terjun ke parit setelah pengemudi diduga mengantuk.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kendaraan terbakar.
“Hasil penyelidikan awal menunjukkan faktor kelelahan dan kurang konsentrasi menjadi penyebab utama. Ini sering terjadi saat arus mudik, terutama pada perjalanan jarak jauh,” tambah AKP Panca.
Ia menjelaskan, sebagian besar kecelakaan selama arus mudik dipicu oleh kelalaian pengemudi, seperti kurang waspada, kelelahan, hingga kondisi kendaraan dan jalan yang tidak mendukung.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan selama perjalanan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri saat lelah.
“Jangan memaksakan diri saat lelah. Istirahat sejenak jauh lebih baik daripada mengambil risiko di jalan. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Selain itu, pengendara diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti Jalan Lintas Komering.