Dukung Hemat BBM, ASN Bangkalan Pakai Sepeda Pancal untuk Keperluan ke Kantor Pemkab
Dwi Prastika March 25, 2026 01:45 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Suasana berbeda pada hari pertama masuk kerja tersaji di kompleks perkantoran Pemkab Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (25/3/2026) pagi.

Sejumlah area parkir tempat mobil dinas pejabat tampak lengang setelah muncul imbauan berkaitan penggunaan sepeda pancal untuk keperluan menuju kantor pemkab. 

Imbauan pemakaian kendaraan tanpa mesin ditujukan kepada para staf ahli, asistean sekretaris daerah, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian sekretariat daerah, Direktur UOBK RSUD, Direktur BUMD, dan camat se-Kabupaten Bangkalan. 

Dalam pengumuman tertanggal 24 Maret 2026 itu, juga diharapkan mengikutsertakan seluruh pejabat struktural, fungsional, dan staf agar menghadiri Apel Pagi di halaman Kantor Pemkab Bangkalan dengan catatan, diimbau untuk menuju pemkab menggunakan sepeda pancal. 

Imbauan tidak menggunakan mobil dinas ke kantor pemkab itu disambut baik oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangkalan, Bambang Setiawan. 

Menurutnya, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengharapkan semua jajarannya turut menggelorakan program pemerintah tentang Hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan pemerintah dan sektor publik. 

"Beliau (Bupati Bangkalan) mengharapkan kita harus membantu pemerintah dalam upaya mengiplementasikan efisiensi, termasuk penghematan BBM. Kalau pakai sepeda pancal, berkurang penggunaan BBM kendaraan dinas yang jumlahnya besar," ungkap Bambang kepada TribunMadura.com, Rabu (25/3/2026). 

Ia menjelaskan, imbauan penggunaan kendaraan tanpa mesin itu sebagai respons atas berkurangnya pasokan BBM nasional yang bersumber dari Timur Tengah sebagai dampak konflik AS-Israel dengan Iran. 

Baca juga: ASN Pemkab Probolinggo Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

Disinggung sampai kapan penggunaan sepeda pancal untuk pergi ke Kantor Pemkab Bangkalan, Bambang belum mengetahui secara pasti.

Namun imbauan tidak menggunakan mobil dinas dinilainya sangat positif. 

"Selama BBM sulit didapat, selamanya pakai sepeda pancal tidak apa-apa pakai karena positif. Selain tubuh sehat, juga meringankan beban APBD kita. Rumah saya juga dekat," pungkas Bambang yang bedomisili di Perum IMC, Jalan Halim Perdana Kusuma Bangkalan itu.

Setiap Mobil Dinas Dianggarkan 6-8 Liter per Hari 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi mengungkapkan, penggunaan sepeda pancal menuju Kantor Pemkab Bangkalan sejauh ini belum berbentuk Surat Edaran (SE) namun masih sebatas imbauan.

"SE masih dibuat. Kami sekarang juga masih melakukan kajian apakah pemakaian sepeda pancal berlaku satu hari dalam seminggu atau dua minggu sekali," ungkap Ismet melalui sambungan selulernya. 

Baca juga: Warga Bondowoso Ramai Antre di SPBU, Imbas Informasi Stok BBM Indonesia Sisa 26 Hari

Namun setidaknya, lanjut Ismet, langkah awal ini sebagai wujud bahwa Pemkab Bangkalan mendukung upaya pemerintah untuk penghematan BBM yang pada akhirnya aktivitas ASN diarahkan dengan pemakaian sepeda motor listrik. 

"Secara ketentuan, konsumsi BBM setiap mobil dinas dalam situasi normal sebanyak 6 liter hingga 8 liter per hari. Sekarang ini bahkan ada mobil dinas yang tidak menganggarkan atau per tiga bulan atau per 4 bulan untuk BBM karena kemampuan dana tidak ada. Perjalanan dinas juga tidak ada, ATK saja banyak yang nol anggaran," jelas Ismet. 

Ismet menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah mengkaji dan menunggu arahan pemerintah pusat untuk pemberlakukan Work From Home (WFH) atau Work For Anywhere (WFA). 

Apabila sehari saja diterapkan WFA ataupun WFH, lanjutnya, lumayan bisa menghemat biaya pemakaian listrik di seluruh kantor.

Seperti kebutuhan listrik, AC, hingga peralatan kantor lainnya yang menggunakan pasokan listrik.

"Kami sekarang juga sedang was-was menunggu akan terjadi pemotongan anggaran lagi setelah Rp 200 miliar telah dipotong tahun ini. Ini situasinya mirip dengan wabah Covid-19, siap menarik ikat pinggang. Namun terpenting, layanan dasar masyarakat tetap berjalan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan," pungkas Ismet.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.