BOLASPORT.COM - Federasi Motor Internasional (FIM) melalui Race Direction MotoGP akhirnya buka suara mengenai kontroversi yang terjadi sepanjang perhelatan GP Brasil akhir pekan lalu. Perbaikan dijanjikan untuk musim depan.
Akhir pekan MotoGP Brasil berjalan jauh di luar rencana dengan kerusakan pada aspal, perubahan jadwal sesi, hingga pengambilan keputusan yang sangat mendadak.
Panitia penyelenggara sudah dibuat kelabakan sebelum akhir pekan balapan dimulai karena banjir yang melanda Sirkuit Ayrton Senna di Goiania sebagai arenanya.
Jumat (20/3/2026), penundaan sudah terjadi sejak latihan bebas pertama Moto3 yang menjadi sesi pembuka hingga satu jam lamanya.
Kemudian terlihat baik-baik saja, masalah kembali hadir ketika muncul lubang di tengah-tengah lintasan lurus start/finis sehari berselang.
Lagi-lagi penundaan dengan sprint MotoGP mundur 1 jam lebih, kualifikasi Moto3 hingga matahari hampir terbenam, dan kualifikasi Moto2 pada Minggu (22/3/2026) pagi.
Selesai? Belum karena hajatan berakhir dengan pengurangan durasi balapan utama MotoGP dari 31 lap menjadi 23 lap, lebih pendek dari jumlah lap balapan Moto2 dan Moto3.
Penyebabnya adalah permukaan aspal yang terkelupas hingga mengurangi level grip di jalur balap yang biasa dilewati para rider saat mengadu kecepatan.
Aspal yang terkelupas juga melukai pembalap. Badan mereka memar-memar karena terkena kerikil yang terlontar dari motor di depan mereka.
"Saya sungguh dihantam terus-terusan. Saya yang paling belakang, jadi saya yang kena semua batunya," ucap pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, dilansir dari The-Race.
Eks manajer Valentino Rossi yang kini membawahi Trackhouse Racing, Davide Brivio, lebih dulu memberikan kritiknya pada hari pertama.
"Saya sangat kecewa dengan level persiapan sirkuitnya."
"Ada diskusi bahwa MotoGP harus berkembang, tetapi dengan standar yang ingin kami capai, kami tidak bisa membiarkan situasi ini terjadi," kata Brivio kepada Sky Sport Italia.
Tamparan makin keras saat Marc Marquez (Ducati Lenovo) selaku bintangnya menyalahkan aspal atas kegagalan meraih podium pada balapan MotoGP.
"Podium bisa diraih dalam balapan, tetapi saya membuat kesalahan di tikungan yang aspalnya rontok," ucap jawara yang biasanya bersikap diplomatis itu, dinukil dari Motorsport.com.
Aspal yang terkelupas juga pernah terjadi saat balapan MotoGP Indonesia digelar untuk pertama kalinya di Sirkuit Mandalika pada 2022 silam.
Balapan MotoGP saat itu juga dikurangi durasinya karena alasan yang sama. Cuaca panas menjadi penyebab aspalnya retak.
Seperti dikutip dari Kompas.com, Mandalika diaspal ulang dua kali dalam setahun saat itu.
Perbaikan pertama dilakukan jelang balapan pada Maret dari evaluasi tes pramusim, sementara yang kedua pada Oktober dengan campuran aspal yang lebih kuat untuk jangka waktu panjang.
Bedanya, aspal Mandalika tidak sampai berlubang. Komunikasi pengurangan durasi balapan yang memengaruhi strategi setelan juga tidak dilakukan di menit-menit akhir.
Dalam klarifikasinya, Race Direction MotoGP menjelaskan bahwa ditemukan saluran air tua di bawah sirkuitnya yang tadinya tidak terdokumentasi.
Goiania sendiri bukan sirkuit anyar. Dulu menggelar balapan motor Grand Prix hingga terakhir kali pada 1989, trek lawas ini direnovasi untuk kembali ke kalender kejuaraan.
Proses renovasi sirkuit dilakukan hanya dalam waktu setahun karena pengumuman kembalinya GP Brasil memang baru tahun lalu.
FIM menyatakan proses homologasi juga berlangsung selama satu tahun dengan inspeksi rinci di berbagai area dan dikonfirmasi jelang akhir pekan balapan.
Bukan cuma aspal yang diperiksa tetapi juga fasilitas sirkuit, aspek keselamatan, sampai seberapa jauh treknya dari rumah sakit terdekat.
Sedangkan soal kualitas trek, FIM menyerahkannya ke panitia lokal untuk kemudian diperiksa. Menurut FIM, aspalnya tergerus karena panas dan aktivitas hingga balapan Moto2.
Hanya saja, seperti yang dikatakan Brivio, kesalahan seperti ini tidak bisa dibiarkan terulang lagi mengingat rencana MotoGP untuk melebarkan sayap sebagai olahraga kelas premier.
Tidak boleh lagi ada alasan maklum karena baru pertama kali menyelenggarakan balapan.
Setelah akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media, MotoGP diharapkan bisa mengikuti kesuksesan komersial yang sama dengan Formula 1 yang dimiliki Liberty.
Perbaikan pun dijanjikan untuk ke depannya.
"Masalah-masalah yang dihadapi di Brasil telah diakui oleh Penyelenggara dan pihak Sirkuit, dan akan diperbaiki sebelum MotoGP kembali digelar musim depan," ucap Race Direction.
"Grand Prix Brasil berhasil menarik 148.384 penonton ... yang menunjukkan daya tarik MotoGP yang kuat di Brasil serta peluang MotoGP untuk terus berkembang secara global."