TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Perbaikan jalan amblas sempat memicu kemacetan panjang di Jalan Pelawi, jalur utama dari Muaradua menuju Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel.
Akses lalu lintas di ruas Jalan Raya Muaradua-Ranau, Kabupaten OKU Selatan, mengalami gangguan serius setelah badan jalan amblas di titik setelah Jembatan Ruos.
Hal ini membuat antrean kendaraan mengular selama berjam-jam, didominasi sepeda motor, dengan kondisi lalu lintas padat merayap.
Kemacetan terjadi sejak awal pekan, tepatnya Senin, 23 Maret 2026, saat proses perbaikan badan jalan yang mengalami amblas mulai dilakukan.
Arus kendaraan dari dua arah terpaksa diatur dengan sistem buka-tutup guna memberi ruang bagi pekerjaan perbaikan.
Kasat Lantas Polres OKU Selatan, AKP Hendri Rozin, menjelaskan bahwa penanganan jalan amblas melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat sekitar.
“Perbaikan sudah dilakukan oleh PU, BPBD, Polres OKU Selatan, serta dibantu warga. Saat ini kondisi lalu lintas berangsur lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (25/3/2026).
Ia menyebutkan, kepadatan lalu lintas sempat meningkat karena volume kendaraan menuju kawasan Danau Ranau mengalami lonjakan pada hari Senin dan Selasa, bertepatan dengan momen arus libur.
“Memang sempat terjadi kepadatan, terutama karena ada peningkatan kendaraan ke arah Ranau. Namun tidak sampai macet total, hanya padat merayap,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres OKU Selatan telah melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif sejak awal kejadian.
Sistem buka-tutup diberlakukan secara situasional menyesuaikan progres pengerjaan di lokasi.
“Anggota sudah melakukan pengaturan sejak Senin. Selain itu, kami juga bersama perangkat desa dan masyarakat melakukan penimbunan di titik jalan yang amblas agar bisa segera dilalui kendaraan,” tambahnya.
Meski sempat menimbulkan antrean kendaraan, situasi di lapangan tetap kondusif. Para pengguna jalan terlihat tertib menunggu giliran melintas tanpa adanya gangguan berarti.
AKP Hendri juga memastikan bahwa panjang antrean kendaraan tidak terlalu ekstrem.
“Antrean tidak sampai satu kilometer dan masih bisa diurai secara bertahap,” katanya.
Saat ini, setelah perbaikan dilakukan, arus lalu lintas di jalur tersebut mulai kembali normal meski sesekali masih terjadi kepadatan akibat aktivitas pekerjaan yang belum sepenuhnya selesai.
Pengendara yang melintas di jalur Muaradua-Danau Ranau diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat sistem buka-tutup diberlakukan demi kelancaran bersama.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel