Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Berawal dari Cekcok dengan Eks Suami Sirinya WN Irak
Mia Della Vita March 25, 2026 02:34 PM

Grid.ID- Kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa Dwintha Anggary tewas diduga dibunuh oleh mantan suami sirinya sendiri. Kasus tragis ini terjadi di rumah kontrakan korban di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Sebelum pembunuhan terjadi, hubungan korban dengan pelaku yang diketahui bernama Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (FD) disebut sudah lama retak. Pihak keluarga kemudian angkat bicara untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Mereka membeberkan bahwa konflik rumah tangga keduanya telah memuncak sejak momen Nisfu Sya’ban dan terus berlanjut hingga berujung pada tragedi. Berikut kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori yang dirangkum berdasarkan informasi yang kami himpun dari Tribunnewsmakers.com dan Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori tidak lepas dari keretakan hubungan antara Dwintha Anggary dengan mantan suami sirinya, FD. Penjelasan ini disampaikan keluarga untuk meluruskan spekulasi yang beredar setelah kematian korban.

Kakak korban, Dian, mengungkapkan bahwa konflik rumah tangga adiknya dengan FD sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, pertengkaran besar terjadi saat momen Nisfu Sya’ban, yang seharusnya menjadi waktu penuh ketenangan.

Dian mengatakan, saat itu keduanya terlibat cekcok hebat hingga keluar ucapan talak dari pihak laki-laki. Ucapan tersebut kemudian dianggap keluarga sebagai titik penting yang menandai berakhirnya hubungan mereka.

Keluarga menilai ucapan talak dari FD sudah cukup menandakan bahwa hubungan pernikahan keduanya selesai. Terlebih, status pernikahan Dwintha dan FD diketahui dilakukan secara siri.

Menurut keluarga, dalam pandangan hukum Islam yang mereka pahami, ucapan talak berarti pernikahan telah berakhir. Namun, pelaku disebut berdalih bahwa ucapan tersebut hanya keluar karena emosi.

Meski begitu, konflik tidak mereda setelah momen itu. Perbedaan pandangan soal status hubungan justru membuat pertikaian semakin panjang dan memanas.

Setelah ucapan talak terlontar, keluarga korban menganggap hubungan Dwintha dan FD telah selesai. Namun, pelaku disebut tidak menerima keputusan perpisahan itu.

Dian menyebut mantan suami adiknya tidak mau dipisahkan. Penolakan tersebut memperkeruh keadaan dan membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Ketegangan yang semula hanya berupa konflik rumah tangga akhirnya berkembang menjadi situasi yang mengkhawatirkan bagi keluarga korban.

Situasi di rumah pun semakin memanas hingga keluarga memutuskan memanggil polisi. Sebelum polisi datang, pelaku sempat membuat keluarga panik.

Menurut Dian, pelaku mengambil pisau dan berpura-pura hendak bunuh diri di depan keluarga. Aksi itu membuat ibu korban histeris hingga langsung meminta bantuan polisi.

Saat polisi tiba di lokasi, pelaku justru melarikan diri. Setelah peristiwa itu, keduanya benar-benar terpisah, meski situasi belum sepenuhnya aman.

Meski sudah berpisah, pelaku masih berada di sekitar lingkungan tempat tinggal korban. Hal ini membuat keberadaan pelaku tetap dekat dengan aktivitas sehari-hari Dwintha.

Dian mengungkapkan bahwa FD ternyata mengontrak di depan lokasi tempat tinggal korban. Kedekatan tempat tinggal ini diduga membuat pelaku masih mudah memantau dan mendatangi korban.

Malam Pembunuhan

Menurut kepolisian, kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori bermula saat pelaku melihat korban bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan sehari sebelum korban ditemukan tewas. Temuan itu memicu emosi pelaku.

Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, menjelaskan bahwa pelaku sempat mengonfrontasi korban dan pria tersebut di lokasi bazar. Saat itu terjadi pertengkaran sebelum mereka akhirnya berpisah.

Namun, konflik rupanya belum selesai. Pada malam harinya, pelaku kembali mendatangi kontrakan korban.

Saat mendatangi kontrakan, pelaku kembali menemukan korban bersama pria yang sama.Polisi menyebut keributan dan cekcok pun kembali terjadi di lokasi.

Setelah itu, pelaku sempat diusir dan kembali ke kontrakannya. Namun, ia tidak berhenti sampai di situ.

Pelaku kembali mendatangi korban setelah beberapa waktu. Kali ini, ia datang sambil membawa sebilah pisau.

Setibanya di lokasi, pertengkaran kembali pecah. Dalam kondisi emosi, pelaku memiting leher korban.

Karena korban berusaha memberontak, pelaku kemudian menggunakan pisau untuk menyayat leher Dwintha. Polisi menyebut darah korban ditemukan di kasur, lantai, hingga pakaian pelaku.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku tidak langsung tertangkap. Dalam kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori, ia sempat mengganti pakaian lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pelaku diketahui membawa beberapa barang milik korban, yakni ponsel, paspor, dan karpet dari tempat kejadian perkara. Setelah kabur, ia sempat menuju wilayah Bogor dan Sukabumi.

Polisi akhirnya menangkap pelaku di ruas Tol Tangerang–Merak pada pukul 12.49 WIB di hari yang sama. Kini, Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Dalam penyelidikan, ada perbedaan keterangan terkait waktu kejadian. Pelaku mengaku melakukan pembunuhan pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Namun, rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku beberapa kali bolak-balik dari kontrakannya ke kontrakan korban pada Kamis (19/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).

Polisi menyatakan masih mendalami dan menyinkronkan pengakuan pelaku dengan bukti-bukti lain, termasuk CCTV. Selain itu, penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus ini.

Korban Ditemukan Keluarga Sudah Tak Bernyawa

Dwintha Anggary ditemukan meninggal dunia di kontrakannya di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Penemuan itu menjadi bagian akhir dari kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori yang mengguncang keluarga.

Korban pertama kali ditemukan saat ibu dan adiknya hendak membangunkannya. Karena tidak mendapat respons, sang adik mencoba masuk lewat jendela yang terbuka.

Di dalam kamar, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di lantai. Polisi menyebut terdapat darah yang sudah mengering di lantai dan kasur. Jenazah Dwintha kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Saat ini, kasus pembunuhan Dwintha Anggary masih dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya. Pelaku yang merupakan warga negara Irak itu telah diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini menyita perhatian publik bukan hanya karena korban merupakan cucu komedian legendaris Mpok Nori, tetapi juga karena latar belakang konflik rumah tangga yang panjang sebelum tragedi terjadi. Demikianlah kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori yang diduga berawal dari konflik rumah tangga yang tak kunjung selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.