GridHEALTH.id - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini membagikan video edukasi tentang kebiasaan masyarakat saat Lebaran, yaitu memanaskan makanan bersantan seperti rendang berkali-kali.
Dalam videonya, ia menyoroti bahwa kebiasaan memanaskan rendang dan hidangan bersantan lainnya secara berulang tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Bahkan, hal ini disebut sebagai salah satu penyebab meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit setelah momen Lebaran.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, banyak orang belum menyadari bahwa rendang yang dipanaskan berulang kali dapat menimbulkan risiko kesehatan.
"Ini penyebabnya kenapa sesudah Lebaran, orang-orang pada sakit semua. Jadi, santan ini isinya lemak jenuh, terus-menerus kita panaskan. Itu menjadi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita," ujarnya.
Ia juga menyoroti pola konsumsi saat Lebaran, di mana makanan bersantan seperti opor dan rendang kerap dikonsumsi berulang kali dalam beberapa hari.
"(Makanan bersantan, seperti rendang) ini makanan-makanan yang kita akan makan tiga kali sehari, 4 hari sampai kita pulang libur Lebaran kita makan terus setiap hari. Karena apa? Karena kita balas dendam selama puasa kita nggak bisa makan makanan kayak gini," tambahnya.
Mengapa Makanan Bersantan Berbahaya?
Makanan bersantan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dipanaskan berulang kali, struktur lemak bisa berubah dan berpotensi menimbulkan dampak kurang baik bagi tubuh.
Selain itu, proses pemanasan berulang juga dapat:
- Menurunkan kualitas makanan
- Memicu terbentuknya senyawa berbahaya
- Meningkatkan risiko gangguan pencernaan
Tak hanya itu, konsumsi makanan bersantan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, hingga stroke.
Hal ini menjadi alasan mengapa konsumsi makanan bersantan, apalagi yang dipanaskan berkali-kali, perlu lebih diwaspadai.
Tips dari Menkes agar Tetap Aman Makan Hidangan Lebaran
Meski demikian, Budi Gunadi Sadikin tidak melarang masyarakat untuk menikmati hidangan Lebaran.
Ia justru memberikan tips sederhana agar tetap bisa makan enak tanpa mengorbankan kesehatan.
"Kalau contohnya makan ini, ayam, ya makan ayamnya aja, jangan kuahnya. Kalau kita misalnya makan ini nih, rendang, makan dagingnya aja, jangan kuahnya."
Selain itu,ia juga menganjurkanmasyarakat untuk mengonsumsi telur, karena telur mengandung protein.