Update Loker Scam Kamboja, Korban Asal Jambi Tertahan, Asal Sumsel Dipulangkan Gubernur
Suci Rahayu PK March 25, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemulangan korban loker scam Kamboja dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026 kemarin, baru 3 korban asal Jambi yang pulang ke Indonesia menggunakan ongkos pribadi.

Hingga Lebaran 2026, belum ada kabar kepulangan korban loker Scam Kamboja asal Jambi lainnya ke Indonesia.

Mereka belum mendapatkan kepastian, sehingga mereka masih tertahan di penampungan.

Sementara, pada tanggal 29 Maret mendatang korban loker scam Kamboja asal Palembang, Sumatera Selatan dikabarkan akan pulang ke Indonesia.

Dikabarkan, ada 15 warga Sumatera Selatan yang pulang dan dibiayai oleh Gubernur Sumsel.

Hal tersebut disampaikan korban loker scam Kamboja asal Jambi, Andri Budi Sanjaya.

Dia mengaku belum mendapatkan kabar terkait kepulangan mereka, baik dari KBRI maupun dari pihak pemerintah Indonesia.

“KBRI selama tutup selama lebaran, baru buka tanggal 24 Maret kemarin. Belum ada KBRI yang datang ke sini,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Dia menuturkan, terdapat kepulangan WNI ke Indonesia dari penampungan tersebut. Namun, dia tidak mengetahui persis jumlah dan asal mereka.

Dia menjelaskan, saat ini, dia baru mengetahui ada empat warga Jambi, termasuk dirinya yang berada di Kamboja.

Baca juga: Nasabah Bank Jambi Wajib Ganti Pin ATM, M-banking Belum Aktif

Baca juga: Kesedihan Warga Jambi Lebaran di Kamboja Gara-gara Penipuan Lowongan Kerja

Andri dan Syehdi berada di Penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok, Chilva berada di Penampungan Guest House Hotel, sementara Ananda Rizkiyanto tertahan di Imigrasi Sihanoukville Kamboja.

Andri juga mengaku telah berupaya mendatangi kantor KBRI di negara tersebut.

Dia juga bercerita telah menghabiskan sekira Rp200 ribu untuk tiket perjalanan dari penampungannya menuju kantor tersebut.

“Habis duit, Sekali sekali saya keluar itu untuk ongkos saya Rp200 ribu. Enggak enggak jauh sih, ada sekitar 40 menit 50 menit lah. Ongkosnya mahal, kayak bajaj itu sekali strip itu Rp100 ribu,” ujarnya.

Sebab itu, Andri berharap agar pihak pemerintah segera menghubunginya, agar dirinya mengetahui kepastiannya pulang ke Indonesia.

Dalam percakapan itu, Andri juga mengirimkan video yang menggambarkan suasana di penampungan tempat ia berada.

Dalam video tersebut, tampak beberapa pengungsi tidur beralaskan karpet dan dikipasi menggunakan kipas angin.

Beberapa dari mereka juga tampak duduk di kursi maupun di lantai beralaskan karpet.

Kondisi penampungan tersebut ada yang terang dan ada juga yang gelap. 

Andri menerangkan, saat ini jumlah pengungsi di penampungan tersebut sekira 100 orang. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

 

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Nasabah Bank Jambi Wajib Ganti Pin ATM, M-banking Belum Aktif

Baca juga: Wali Kota Jambi Terima Kunjungan Bupati Tanah Laut, Bahas Penguatan PAD-Kerja Sama Daerah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.