BANGKAPOS.COM, BANGKA – Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Penyeberangan Sadai mulai menunjukkan pergerakan sejak 23-24 Maret 2026.
Meski kondisi pelabuhan masih relatif terkendali, potensi lonjakan penumpang dan kendaraan diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi peningkatan penumpang dan menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode arus balik.
Wakil Ketua Posko Angkutan Lebaran 2026 Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sadai, Astra Napitupulu mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Koordinasi dilakukan bersama PT ASDP untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan dan penumpang di pelabuhan. Ia menegaskan langkah ini sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan arus balik.
“Apabila nanti ada potensi lonjakan penumpang dan kendaraan kita sejauh ini telah berkoordinasi dengan PT ASDP apabila terjadi penumpukan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (25/3/2026).
Astra Napitupulu mengungkapkan upaya yang disiapkan adalah pengaturan lalu lintas kendaraan di area pelabuhan. Selain itu, pihaknya turut menyiapkan area tambahan untuk mengurai kepadatan jika terjadi penumpukan.
Fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai rest area bagi kendaraan yang menunggu giliran penyeberangan. Hal ini menjadi bagian dari strategi pelayanan agar arus kendaraan tetap tertib dan terkendali.
Pelabuhan Umum Sadai yang berada di area KUPP disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan. Area tersebut akan digunakan sebagai rest area jika kapasitas parkir utama tidak mencukupi.
Kendaraan yang akan menuju maupun datang dari Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung dapat diarahkan ke lokasi tersebut.
“Namun bila dirasa kurang kita juga sudah menyiapkan pelabuhan milik KUPP untuk dijadikan rest area atau tempat parkir sementara bagi kendaraan,” papar Astra Napitupulu.
Astra menyebut arus balik diprediksi akan meningkat pada periode 26-29 Maret 2026. Pergerakan penumpang diperkirakan terjadi dari Pulau Belitung menuju Sadai maupun sebaliknya. Lonjakan ini dipicu oleh berakhirnya masa libur Lebaran dalam waktu dekat.
Faktor waktu masuk sekolah dan aktivitas kerja turut mempengaruhi peningkatan arus balik. Masyarakat cenderung kembali lebih awal untuk mempersiapkan rutinitas mereka.
Kondisi ini membuat pergerakan penumpang diperkirakan terus meningkat hingga akhir pekan. Mengingat pada tanggal 30 Maret 2026 anak-anak sekolah sudah mulai masuk dan masyarakat sudah mulai aktif bekerja.
Dari sisi armada, KUPP Sadai telah menyiapkan tiga kapal untuk melayani penyeberangan. Dua kapal melayani rute utama Sadai menuju Tanjung Ru Belitung, sementara satu kapal melayani rute menuju Pulau Lepar.
“Ketersediaan armada ini diharapkan mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan,” sebutnya.
Secara umum, kondisi operasional pelabuhan masih berjalan normal tanpa kendala berarti. Cuaca juga terpantau cukup baik dan mendukung aktivitas pelayaran. Namun, potensi perubahan cuaca tetap menjadi perhatian utama pihak pengelola pelabuhan.
KUPP Sadai tetap mengantisipasi kemungkinan gangguan cuaca yang dapat memengaruhi jadwal pelayaran. Koordinasi dengan BMKG dan PT ASDP terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang.
Langkah ini penting agar setiap keputusan operasional tetap berbasis kondisi cuaca terkini. Penundaan keberangkatan kapal dapat dilakukan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Keputusan tersebut diambil demi mengutamakan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Pihak pelabuhan juga terus memantau perkembangan cuaca secara berkala.
“Namun apabila ada informasi dari BMKG yang menunjukkan adanya potensi gangguan cuaca kita akan berkoordinasi dengan PT ASDP,” urainya.
Perkuat Koordinasi Lintas Instansi
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mendukung kelancaran arus balik. Dukungan datang dari Polres Bangka Selatan, pemerintah daerah, serta dinas perhubungan.
Sinergi ini dinilai penting dalam menjaga pelayanan tetap optimal. Koordinasi juga dilakukan bersama PT ASDP untuk memastikan operasional penyeberangan berjalan lancar.
Astra turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Ia juga meminta penumpang untuk mematuhi aturan dan bersabar jika terjadi antrean atau penundaan. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan pengguna jasa penyeberangan.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan. Penumpang diminta memahami jika terjadi penundaan akibat faktor cuaca yang tidak dapat dihindari.
“Semuanya demi keselamatan bersama, apabila dilakukan penundaan keberangkatan karena faktor cuaca harus kita ikuti, demi kita selamat sampai tujuan untuk bertemu keluarga dengan sehat dan selamat,” pungkas Astra Napitupulu.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)