BANGKAPOS.COM, BANGKA – Langit kelabu menggantung di atas kawasan Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (25/3/2026) siang.
Menaungi hamparan parkiran yang tampak lengang pada arus balik Lebaran 2026. Deretan mobil pribadi terparkir rapi di bawah rindangnya pepohonan, sementara sebuah truk box putih berdiri mencolok di tengah barisan.
Kendaraan tersebut menunggu giliran untuk melanjutkan perjalanan. Kondisi tersebut menjadi gambaran awal arus balik yang mulai bergerak, meski belum mencapai puncak kepadatan. Diperkirakan situasi ini tidak akan berlangsung lama seiring prediksi lonjakan penumpang dalam beberapa hari kedepan.
Wakil Ketua Posko Angkutan Lebaran 2026 Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sadai, Astra Napitupulu, menyebut pola kepadatan penumpang mulai terjadi secara bertahap.
Bahkan arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sadai mulai terjadi sejak 23 Maret 2026 kemarin dengan sembilan orang penumpang. Dilanjutkan pada 24 Maret 2026 dengan 91 orang penumpang dan masih berlangsung hingga saat ini.
“Total untuk arus balik penumpang mencapai 100 orang. Dengan 57 pengendara mayoritas kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara 43 orang merupakan penumpang umum,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (25/3/2026).
Astra Napitupulu membeberkan untuk pergerakan kendaraan arus balik menuju Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung tercatat sebanyak 15 unit sepeda motor, 10 unit mobil dan empat unit truk yang menyeberang.
Data ini memperlihatkan aktivitas logistik dan mobilitas pribadi berjalan bersamaan selama arus balik. Kendaraan roda dua masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan lintas pulau.
Sementara untuk arus keberangkatan dari Pelabuhan Sadai, jumlah penumpang tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 177 orang. Sebanyak 111 orang merupakan pengendara kendaraan pribadi, sedangkan 66 orang merupakan penumpang umum.
Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini. Dari sisi kendaraan yang berangkat, sepeda motor mendominasi dengan jumlah 31 unit. Disusul kendaraan roda empat sebanyak 14 unit dan enam unit truk.
“Memang ada peran penting kendaraan pribadi dalam mendukung mobilitas masyarakat selama mudik dan arus balik,” papar Astra Napitupulu.
Lebih jauh ia memaparkan, puncak arus mudik kedatangan terjadi lebih awal, yakni pada 18-20 Maret 2026. Total penumpang yang tiba pada periode tersebut mencapai 267 orang.
Rinciannya, pada 18 Maret sebanyak 155 orang, 19 Maret sebanyak 73 orang, dan 20 Maret sebanyak 39 orang.
Setelah periode tersebut, aktivitas penyeberangan sempat mengalami penurunan signifikan. Pada 21 hingga 23 Maret tercatat tidak ada aktivitas penyeberangan penumpang.
Secara akumulasi, sejak 13-25 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Penyebrangan Sadai mencapai 850 orang. Mayoritas merupakan penumpang dewasa dengan rincian kendaraan terdiri dari 132 unit roda dua, 78 unit roda empat, dan 63 unit truk. Tidak tercatat adanya pergerakan bus selama periode tersebut.
Sedangkan untuk keberangkatan, total penumpang yang meninggalkan Pelabuhan Penyeberangan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Ru mencapai 794 orang. Rinciannya terdiri dari 136 unit kendaraan roda dua, 82 unit roda empat, serta 78 unit truk.
Data ini menunjukkan keseimbangan arus pergerakan penumpang dan kendaraan selama masa angkutan Lebaran. Astra menegaskan bahwa arus balik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Pihaknya memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi mulai 26 hingga 29 Maret 2026. Pergerakan diperkirakan terjadi dari Pulau Belitung menuju Sadai maupun sebaliknya.
Ia menambahkan, faktor berakhirnya masa libur menjadi pemicu utama peningkatan arus balik. Pada 30 Maret 2026, aktivitas sekolah sudah kembali berjalan dan masyarakat mulai masuk kerja. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk kembali lebih awal ke daerah asal.
“Mengingat pada tanggal 30 Maret 2026 anak-anak sekolah sudah mulai masuk dan masyarakat sudah mulai aktif bekerja,” paparnya.
Dari sisi operasional, kondisi pelabuhan sejauh ini dinilai aman dan terkendali. Astra Napitupulu menyebut tidak ada kendala berarti baik dari sisi pelayanan maupun teknis penyeberangan.
Selain itu, kondisi cuaca juga terpantau cukup baik dan mendukung kelancaran pelayaran. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi potensi gangguan cuaca.
Koordinasi dengan BMKG dan PT ASDP terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran. Langkah antisipasi seperti penundaan keberangkatan akan dilakukan jika diperlukan.
Dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran, KUPP Sadai juga dibantu oleh berbagai pihak. Pengamanan melibatkan personel dari Polres Bangka Selatan serta dukungan dari pemerintah daerah.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan dinas perhubungan dan PT ASDP. Pihaknya memastikan hingga saat ini seluruh pelayanan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Sinergi antar instansi dinilai menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.
“Kami akan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Astra Napitupulu.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)