Di Luar Prediksi, Arus Balik 2026 di Kota Malang Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya
Eko Darmoko March 25, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Arus balik Lebaran 2026 di Kota Malang tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini dipicu peran Kota Malang sebagai jalur perlintasan utama, baik di jalur provinsi maupun nasional.

Realitas ini berbanding terbalik dengan prediksi sebelum Lebaran bahwa arus mudik dan balik akan turun pada 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, awalnya mengatakan bahwa prediksi arus mudik dan balik di Kota Malang akan turun pada 2026.

Pernyataan tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI.

Dinas Perhubungan Kota Malang memprediksi volume kendaraan yang keluar-masuk Kota Malang pada masa mudik Lebaran 2026 akan turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun lalu.

Ditemui di Balai Kota Malang, Widjaja mengatakan peningkatan arus kendaraan terjadi sejak masa mudik hingga arus balik.

“Arus mudik dan balik ini tidak ada penurunan, justru meningkat dibanding tahun lalu."

"Kota Malang ini kan kota perlintasan, ada tujuh titik yang kami pantau, seperti dari arah tol Malang hingga Jalan Gatot Subroto,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Motor Pemudik Asal Surabaya Kecelakaan di Jalur Klemuk Kota Batu, Ayah Tewas, Ibu dan 2 Anak Terluka

Meski volume kendaraan meningkat, lalu lintas di pusat kota relatif terkendali. Kepadatan hanya terpantau di kawasan pusat perbelanjaan.

“Kalau di tengah kota tidak terlalu padat, kecuali di pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada Senin lalu dan saat ini mulai melandai.

Arus lalu lintas diprediksi kembali normal pada 30 Maret 2026, seiring masih adanya masa libur dan kebijakan kerja dari rumah.

“Puncaknya Senin kemarin, sekarang sudah mulai landai. Prediksi normal maksimal tanggal 30,” jelasnya.

Data komparasi arus lalu lintas yang dicatat oleh Dinas Perhubungan Kota Malang menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada tahun 2026 dibandingkan 2025. 

Untuk kendaraan keluar, tercatat 305.478 kendaraan pada 17 Maret 2026, meningkat 17,4 persen dibandingkan 260.146 kendaraan pada periode pembanding tahun 2025.

Baca juga: Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Malang, Diduga Melompat dari Lantai 11 Apartemen Suhat

Sementara itu, kendaraan masuk mencapai 290.592 unit pada 18 Maret 2026, naik 22,7 persen dibandingkan 236.774 kendaraan pada tahun sebelumnya.

Jumlah kendaraan masuk yang tercatat pada 24 Maret 2026 sebanyak 149.768 unit, sedangkan kendaraan yang keluar sebanyak 131.797 unit pada hari yang sama.

Secara umum, peningkatan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi serta potensi peningkatan beban lalu lintas di dalam kota yang perlu diantisipasi.

Selain itu, terjadi perubahan pola distribusi lalu lintas. Jika pada 2025 pergerakan kendaraan masih terpusat di Jalan Ahmad Yani, pada 2026 beban lalu lintas mulai tersebar ke sejumlah ruas strategis lain seperti Jalan Kolonel Sugiono, Jalan LA Sucipto, dan Jalan Mayjen Sungkono.

Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran pola perjalanan sekaligus distribusi beban lalu lintas yang lebih merata.

Data juga menunjukkan bahwa Jalan Ahmad Yani tetap menjadi salah satu koridor utama dengan volume kendaraan tertinggi, terutama pada arus masuk yang mencapai lebih dari 125 ribu kendaraan dalam satu hari.

Sementara itu, ruas lain seperti Jalan LA Sucipto dan Jalan Mayjen Sungkono mulai menunjukkan peningkatan signifikan sebagai jalur alternatif.

Secara keseluruhan, peningkatan volume kendaraan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026.

Kondisi ini juga menuntut adanya pengelolaan lalu lintas yang lebih optimal, termasuk penguatan infrastruktur, rekayasa lalu lintas, serta penyediaan fasilitas pendukung bagi pengguna jalan.

Daftar Titik dengan Volume Kendaraan Tertinggi

Jalan Kolonel Sugiono (98.879 kendaraan) pada 17 Maret 2026 untuk arus masuk

Jalan LA Sucipto (49.280 kendaraan) untuk arus keluar 17 Maret 2026

Jalan Ahmad Yani (125.386 kendaraan) pada 18 Maret 2026 sebagai titik tertinggi secara keseluruhan

Jalan Mayjen Sungkono (75.271 kendaraan) untuk arus keluar 18 Maret 2026

Jalan Sudanco Supriyadi (16.611) untuk arus keluar pada 24 Maret 2026

“Distribusi lalu lintas tahun ini mulai menyebar, tidak lagi terpusat di satu ruas seperti sebelumnya, meskipun Jalan Ahmad Yani masih menjadi koridor utama,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas di tahun mendatang, Dishub Kota Malang berencana mengoptimalkan Terminal Madyopuro sebagai tempat peristirahatan atau rest area bagi pengguna jalan.

Namun rencana ini masih perlu dikaji dan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.

“Kami melihat kebutuhan fasilitas pendukung. Harapannya tahun depan Terminal Madyopuro bisa menjadi tempat peristirahatan atau rest area, karena lokasinya dekat tol dan strategis,” ujar Widjaja.

Ia menegaskan, pengembangan tersebut tidak menghilangkan fungsi utama terminal, melainkan sebagai penguatan konsep terminal wisata.

“Fungsi terminal tetap berjalan, hanya ada tambahan rest area,” katanya.

Joko Fingky, pemudik yang tengah melakukan perjalanan ke Blitar mengatakan bahwa arus lalu lintas di kawasan Kota Malang pada Rabu siang tidak begitu padat.

Ia melakukan perjalanan dari Probolinggo menuju Blitar dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 3,5 jam.

“Setiap tahun kalau mudik selalu melewati Kota Malang, tahun ini memang terasa lancar, tidak begitu macet. Mungkin karena sudah masuk kerja sehingga sudah melewati puncak arus balik,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan melalui Kota Malang  jadi alternatif. Ia selalu masuk ke Kota Malang setelah melewati Kabupaten Malang.

“Tujuannya tak lain ya untuk bisa masuk tol. Saya masuk tol di Madyopuro itu,” ujarnya.

Sebagai pemudik, Joko merasa fasilitas mudik saat ini sudah cukup baik. Menurutnya, hal yang perlu dikembangkan adalah akses jalan tol dari Malang hingga ke Blitar.

“Saya berharap rencana pembangunan tol ke Blitar itu segera bisa terealisasi,” harapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.