TITIK Terang Pembunuhan WNA Belanda di Kuta, Polisi Periksa 5 Saksi, 2 Pelaku Pembunuh Masih Diburu!
Anak Agung Seri Kusniarti March 25, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus pembunuhan yang tengah diselidiki aparat kepolisian, di wilayah Badung masih menyisakan banyak tanda tanya. Meski demikian, penyidik berusaha mengantongi petunjuk awal terkait pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa pelaku  berjumlah dua orang. Namun hingga kini, ciri-ciri detail keduanya masih dalam proses pendalaman.

"Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, pelaku teridentifikasi dua orang. Namun untuk ciri-ciri detail masih kami dalami," ungkap Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H Rabu, 25 Maret 2026. 

Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, penyidik terus mengintensifkan pemeriksaan saksi. Hingga saat ini, sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan, dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah.

Baca juga: TURIS China Sempat Negosiasi Sebelum Dirudapaksa, Korban Dibawa ke Rerumputan, iPhone Juga Diembat!

Baca juga: KUTA Kembali Berdarah! WNA Belanda Tewas Dibunuh di Kerobokan, Polisi Buru 2 Orang Pelaku Penusukan 

TKP - Kembali aksi kriminal dengan korban WNA terjadi di Bali. Dan kali ini terjadi di Badung, Bali. Korbannya seorang WNA Belanda yang mengalami penusukan.
TKP - Kembali aksi kriminal dengan korban WNA terjadi di Bali. Dan kali ini terjadi di Badung, Bali. Korbannya seorang WNA Belanda yang mengalami penusukan. (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Tak hanya itu, pihaknya juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP) hingga jalur yang diduga dilalui pelaku. Langkah ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku.

Selain itu, penyidik juga mendalami latar belakang korban, termasuk kemungkinan adanya konflik atau permasalahan sebelumnya dengan pihak lain.

“Pemeriksaan saksi, termasuk orang terdekat korban, kami lakukan untuk mengetahui apakah ada permasalahan yang bisa mengarah pada motif. Namun sekarang karena kondisinya belum stabil, belum bisa kita mintai keterangan lengkap," jelasnya.

Namun sejauh ini, pihaknya mengaku belum menemukan adanya hubungan antara korban dengan terduga pelaku. Dugaan adanya konflik pribadi pun masih belum bisa dipastikan.

“Belum ada indikasi korban dan pelaku saling mengenal. Ini masih kami dalami,” tambahnya. Terkait motif pembunuhan, orang nomor satu di Polres Badung itu juga belum dapat menyimpulkan. Hal ini lantaran pelaku belum berhasil diungkap.

"Sementara itu, dari sisi aktivitas korban, termasuk berdasarkan keterangan saksi yang merupakan orang terdekat, kami juga masih melakukan pendalaman," imbuhnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, dari data sementara yang dihimpun, korban diketahui telah berada di Bali sejak tahun 2024. Sebelumnya, korban juga tercatat beberapa kali keluar masuk wilayah Bali dan diketahui memiliki sejumlah usaha atau bisnis.

Disinggung beredar kabar bahwa pelaku merupakan warga negara asing (WNA), dirinya mengaku informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya oleh pihak kepolisian.

“Belum bisa kami pastikan. Semua masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah pelaku telah melarikan diri ke luar negeri. Meski demikian, koordinasi dengan pihak imigrasi telah dilakukan secara intensif.

Langkah pencekalan terhadap pelaku pun belum dilakukan, mengingat identitas keduanya masih belum terungkap.

Dalam kasus ini, dirinya juga menyoroti modus pelaku yang diduga menggunakan jaket ojek online. Menurut penyidik, hal tersebut kerap dilakukan pelaku kejahatan untuk menyamarkan identitas.

“Jaket ojek online mudah didapat, sehingga sering digunakan pelaku untuk menghilangkan jejak," tungkasnya. 

Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial RP (49) tewas setelah tikaman senjata tajam oleh dua pria tak dikenal.

Saat ini unit reskrim Polsek Kuta Utara dan Polres Badung berkolaborasi mengejar pelaku. Selain itu melakukan pemeriksaan kepada pacar korban yang saat itu ada di lokasi jelas korban dibunuh. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.