Hendrik Irawan Jelaskan Asal Rp6 Juta dari MBG, Akhirnya Minta Maaf ke Netizen
Tim TribunStyle March 25, 2026 09:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM -- Viral hingga sempat mengancam bakal melaporkan netizen, pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Cimahi bernama Hendrik Irawan akhirnya meminta maaf.

Hendrik Irawan menyampaikan permintaan maaf kepada netizen terkait polemik pendapatan Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis.

Ia mengaku tidak ingin polemik yang berkembang di media sosial terus berlarut.

Karena itu, Hendrik memilih menjelaskan asal-usul nominal yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.

Sebelumnya, Hendrik juga mengakui sempat tersinggung dengan komentar dan hinaan yang ditujukan kepadanya.

"Saya memohon maaf kepada netizen untuk huru hara yang terjadi di social media, saya akan menjelaskan intensif yang saya dapatkan itu dari mana asalnya," ungkap Hendrik Irawan.

Dalam penjelasannya, Hendrik menyebut nominal Rp6 juta per hari yang diterimanya merupakan insentif resmi.

KLARIFIKASI HENDRIK IRWAN - Hendrik Irawan memberikan penjelasan terkait insentif Rp6 juta dari program MBG setelah videonya viral di media sosial. (Kolase Tribun Bogor/Tiktok)

Menurut dia, dana tersebut bukan berasal dari alokasi makanan untuk anak-anak penerima manfaat.

"Insentif Rp6 juta perhari itu bukan kami ambil dari jatah anak-anak. Itu diambil dari insentif yang sudah bapak presiden berikan kepada kami," pungkas Hendrik.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan dapur MBG dilakukan menggunakan dana pribadi.

Karena itu, ia menilai insentif yang diterima menjadi bagian dari pengganti biaya operasional dan investasi yang telah dikeluarkan.

"Karena kami membangun dapur yang pertama ini luas tanahnya hampir 1000 meter, kami bangun pakai uang saya sendiri. Perlu diketahui, saya membangun SPPG itu dari tanah kosong, saya bangun tidak serta merta memakai uang pemerintah. Dari pemerintah, berkolaborasi untuk mitra membangun SPPG. Alhamdulillah uang Rp6 juta itu hanya untuk pengganti selama program ini berjalan," ujar Hendrik.

Lebih lanjut, Hendrik mengungkapkan modal pembangunan dapur mencapai Rp3,5 miliar.

Baca juga: Hendrik Irawan Disuspend BGN, SPPG Pangauban Ditutup Sementara Usai Video Joget Viral

Ia menyebut dana tersebut berasal dari kantong pribadinya.

"Uang Rp6 juta itu bukan cuma-cuma, saya mengeluarkan uang Rp3,5 m itu untuk SPPG program pak Prabowo. Dari bapak Prabowo mengapresiasi bahwa saya mampu untuk membangun dapur," imbuh Hendrik.

Dalam penjelasannya, Hendrik juga mengungkap bahwa pendapatan tersebut tidak dihitung penuh selama satu bulan.

Ia mengatakan insentif hanya dihitung berdasarkan hari operasional efektif.

"Sampai sekarang kami belum balik modal karena Rp6 juta itu bukan dikali 30 hari, tapi Rp6 juta dikali 24 hari. Dan semua SPPG mendapatkan itu juga, bukan saya aja, tapi kenapa netizen menyerang saya saja," pungkas Hendrik.

Terkait konten joget yang sebelumnya viral, Hendrik kembali menyampaikan permohonan maaf.

"Kalau ada kata-kata yang menyakiti netizen, saya mohon maaf. Saya memohon maaf kepada bapak presiden Prabowo Subianto. Mungkin pak presiden merasa risih tentang statement joget-joget dengan program MBG. Di situ kami tidak melecehkan masyarakat, kami hanya membantu bapak Subianto," akui Hendrik.

Sebelumnya, Hendrik sempat berencana melaporkan akun media sosial yang mengunggah ulang videonya.

Ia merasa unggahan ulang tersebut memicu gelombang hujatan terhadap dirinya.

Bahkan ia sempat mendatangi Polres Cimahi untuk berkonsultasi mengenai laporan tersebut.

"Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum. Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata Hendrik.

"Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp6 juta, lalu salah saya di mana? dari jurnis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta perhari. Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta," sambungnya.

Hingga kini belum diketahui apakah laporan tersebut benar-benar dilanjutkan ke kepolisian daerah Jawa Barat. (Tribun Style/Tribunnews Bogor/khairunnisa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.