Pemudik Serbu Toko Oleh-oleh di Wates Kulon Progo, Borong Bakpia hingga Beragam Jajanan Lokal
Yoseph Hary W March 25, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Libur Lebaran menjadi momen bagi masyarakat untuk mudik hingga berlibur ke sejumlah daerah, termasuk ke Kulon Progo. Selain berlibur, berburu oleh-oleh juga menjadi salah satu tradisi saat Mudik Lebaran, sebelum kembali ke tempat asalnya.

Seperti yang terlihat di Toko Bakpia dan Wingko Rahmat di Kapanewon Wates. Toko ini ramai didatangi para pemudik yang hendak memborong oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Salah satunya adalah Dwi Muryanti, pemudik asal Tangerang Selatan, Banten. Ia mengaku sudah menjadi pelanggan tetap dari Bakpia dan Wingko Rahmat.

"Pokoknya setiap liburan ke sini pasti mampir ke toko ini untuk belanja oleh-oleh," kata Dwi yang datang bersama putrinya.

Langganan

Seperti biasanya, Dwi akan memborong bakpia, wingko hingga beragam makanan kering untuk dibawa pulang. Selain itu ia juga membeli untuk diberikan pada kerabat dan teman-temannya di Tangerang Selatan.

"Harganya standar tapi rasanya enak dan tidak banyak berubah, teman-teman saya juga suka," ujarnya.

Lain cerita dengan Wijiyati Tejo Waluyo. Warga Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo ini menemani saudaranya untuk belanja di toko tersebut. Adapun saudaranya menetap di Karawang dan sedang mudik ke Kulon Progo.

Ia pun juga sudah menjadi pelanggan tetap di Bakpia dan Wingko Rahmat. Ia menyukai bakpianya yang selalu baru, memiliki banyak varian rasa, dan harganya juga sebanding.

"Oleh-oleh yang dijual juga sangat lengkap, banyak jenis makanan yang bisa dibeli," jelas Wijiyati.

Omzet naik 75 persen

Rahmat Wijiyanto selaku pemilik Bakpia dan Wingko Rahmat mengatakan warga sudah berdatangan ke tokonya sejak 3 hari terakhir. Para pemudik sampai mengantre untuk bisa membeli oleh-oleh dari sana.

Mereka datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya hingga Cirebon. Momen libur Lebaran ini pun membuat omset Bakpia dan Wingko Rahmat naik hingga 75 persen.

"Setiap tahun omsetnya selalu naik, terutama saat libur Lebaran," ungkap Rahmat.

Per harinya ia bisa melayani pembelian bakpia hingga 500 dus dengan isian kacang hijau sebagai favoritnya. Warga kebanyakan sudah memesan terlebih dahulu sehingga datang ke toko hanya untuk mengambil pesanannya.

Demi memenuhi pesanan, Rahmat mengatakan seluruh pegawainya lembur hingga dini hari. Ia pun sampai harus menambah tenaga hingga 115 orang.

"Kebanyakan tenaganya berasal dari warga sekitar sebagai bagian dari pemberdayaan," jelasnya.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.