Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Dinas Pariwisata Sleman mencatat sebanyak 188.140 wisatawan berlibur ke Bumi Sembada pada periode 14-24 Maret 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya optimistis jumlah kunjungan wisata Sleman mencapai target yang ditetapkan yakni 300.000 hingga 500.000 wisatawan.
"Kami optimis kunjungan selama periode libur Lebaran 2026 masih dalam range target jumlah yang ditetapkan. Karena data yang terkumpul sampai saat ini masih di kisaran 20-30 persen. Dengan kata lain, masih banyak destinasi wisata yang belum melaporkan kunjungan wisatanya," katanya, Rabu (25/3/2026).
Edy menerangkan mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Sleman berasal dari Jawa Tengah dengan porsi 35,5 persen, disusul Jawa Timur dengan porsi 32,5 persen, kemudian Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten mencakup 27 persen, kemudian sisanya berasal dari luar Jawa.
Berdasarkan data sementara, 98,76 persen pergerakan wisatawan didominasi wisatawan nusantara. Adapun destinasi favorit wisatawan adalah Kawasan Kaliadem dengan porsi 32,89 persen, candi yang dikelola PT TWC sebesar 31,80 persen, dan kawasan Kaliurang yaitu 23,37 persen.
"Saat ini kami masih menunggu data kunjungan dari beberapa destinasi, seperti Tebing Breksi, Ibarbo, dan yang lain," terangnya.
Menurut dia, pergerakan wisatawan pada periode libur Lebaran tahun ini mengalami penurunan 20 hingga 40 persen dibanding tahun lalu. Penurunan ini terjadi lantaran durasi lama periode libur Lebaran yang relatif lebih singkat dibanding tahun lalu, kondisi perekonomian yang tidak baik-baik saja, serta meningkatnya fenomena microtourism.
"Dengan semakin meningkatnya tren microtourism, berkreasi ke tempat yang dekat dengan biaya terjangkau mengakibatkan lalu lintas terlihat ramai, namun uang yang dibelanjakan selama berwisata menjadi lebih sedikit," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto menambahkan puncak pergerakan wisatawan di Sleman terjadi pada Senin (23/3) yakni 59.682.
Sementara untuk okupansi hotel di Sleman pada periode 14-24 Maret 2026 tercatat pada kisaran 40 hingga 65 persen.
"Rerata okupansi hotel pada periode 14-24 Maret 2026 berada dikisaran 40 persen hingga 65 persen, sesuai dengan perkiraan Dinas Pariwisata Sleman," imbuhnya. (maw)